Monthly Archives: November 2007

Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia dalam Perubahan Iklim Global

Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia dalam Perubahan Iklim Global

Ibu negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono memprakarsai Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia dalam perubahan iklim global. Pada tanggal 26 sampai dengan 28 Nopember 2007. Gerakan ini memprakarsai pula kampanye penanaman sepuluh juta pohon oleh perempuan pada tanggal 1 Desember 2007 pada pukul 8.00 WIB, 9.00 WITA, dan 10.00 WIT di Indonesia. Organisasi yang mendukung kegiatan ini diantaranya, SIKIB, Konggres Wanita Indonesia, Dharma Wanita, Bhayangkari, APPB IWASD, PKK dan sebagainya. Moto kegiatan ini adalah Tanam dan Pelihara Pohon untuk Kelestarian Generasi Penerus.

 Kompas Minggu 25 Nopember 2007

Berbisnis dengan Proyek Konservasi

Berbisnis dengan Proyek Konservasi

Pengurangan emisi karbon yang berhasil dilakukan oleh proyek-proyek konservasi negara berkembang dapat dibeli negara maju yang tengah berjuang mengurangi tingkat emisinya.

Contohnya adalah proyek pengurangan emisi di Provinsi Lampung. Adalah suatu peternakan sapi dengan jumlah ternak 18,000 ekor. Setiap hari limbah kotoran sapi yang dihasilkan adalah 25,400 kg, jika ditambah air guyuran (flushing) untuk membersihkan perhari akan terkumpul 70 m3 limbah cair. Biogas dari cairan limbbah kotoran itu diperkirakan dapat menghasilkan listrik 0,68MW per hari.

Selain itu pengelolaan limbah kotoran ini diharapkan dapat mengurangi pembuangan gas metana (CH4) begitu saja ke udara. Kotoran sapi ini ditampung didalam kolam CIGAR (close in ground anaerobic reactor), yaitu kolam di dalam tanah yang dindingnya dilapisi dengan membran geotekstil. Proses anaerob yang berlangsung akan menghasilkan gas CH4. Gas inilah yang menghasilkan listrik. Selain menghasilkan gas, panas yang dihasilkan dari proses ini juga bias dimanfaatkan untuk mengeringkan pakan ternak. Setelah itu limbah tersebut dimasukkan kekolam pengelolaan konvensional dan selanjutnya dibuang tanpa membahayakan lingkunan.

Contoh lain adalah pengelolaan sampah di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Sampah ini akan dijadikan kompos. Dengan tujuan menghindari lepasnya gas metan ke udara. Metan termasuk salah satu gas rumah kaca, adalah emisi yang dapat berakibat meningkatkan suhu permukaan bumi.

Mengapa dikatakan negara-negara maju dapat membeli pengurangan emisi karbon? Hal ini terkait dengan mekanisme joint implementation (JI) dalam Protokol Kyoto. Negara maju sebagai investor dapat mengembangkan proyek yang dapat menyerap atau menurunkan emisi di negara lain. Jumlah penurunan emisi dari proyek itu merupakan kredit bagi negara investor. Kredit ini adalah kredit kabon dapat di klaim sebagai upaya penurunan emisi oleh negara investor.

Mekanisme lain adalah CDM atau Clean Development Mechanism, yaitu negara berkembang dapat menjual kredit penurunan emisi kepada negara maju. Selain itu secara langsung negara berkembang dapat menambah pemasukan dari penjualan emisi tersebut.

Jual Beli emisi ini dilakukan oleh perusahaan agen perdagangan karbon seperti Ecoscurities di Indonesia. Selanjutnya perusahaan ini akan melakukan perdagangan emisi di pasar karbon dunia dengan harga yang fluktuatif.

Ini adalah ide yang bagus untuk negara berkembang yang membutuhkan alternatif sumber-sumber keuangan untuk pembangunan negaranya. Tetapi lebih baik lagi jika emisi karbon tidak diperjualbelikan, dan proyek konservasi direalisasikan setara di semua negara. Tentunya harus ada “polisi dunia” yang mengawasi pelaksanaan dengan ketentuan yang baik.

21 November 2007, 7.04

Langit Biru

Langit Biru

Tiap kali bepergian saya berusaha menyempatkan diri mengambil foto langit. Saya menyukai langit biru yang dihiasi awan putih. Meski telah sering tetap saja saya selalu terkagum-kagum dengan pemandangan seperti ini. Dari jendela pesawat saya sering meyaksikan kebesaran Tuhan, lukisan hidup pemandangan awan di langit yang maha luas, seolah-olah ini diciptakan khusus untuk menghibur kami yang tengah melintas saat itu. Beberapa kali saya mengambil foto awan dari jendela pesawat yang buram, terutama ketika pesawat baru terbang dan ketika akan mendarat. Satu dua orang berkomentar seolah-olah apa yang saya lakukan aneh seperti “baru terbang pertama kali”, tapi biar saja. Itu tidak penting dibandingkan dengan apa yang menjadi “concern” saya tentang kondisi langit di Jakarta dan kota-kota industri lain seperti Surabaya, Gresik, Tangerang, dan sebagainya.

Pada siang hari ketika akan mendarat di Jakarta, dengan jelas saya menyaksikan kubah raksasa kelabu menutup langit Jakarta hingga ketinggian tertentu. Asap tebal tampak di mana-mana diberbagai kawasan. Mulai dari asap putih, kelabu, hingga hitam. Sungguh menyedihkan. Hal yang berbeda di langit beberapa daerah di Indonesia, semisal Balikpapan, Batu Hijau, Timika, Makasar, Mataram, dan sebagainya. Udara terasa sangat segar, langit jauh lebih biru, ketika malam dengan mudah saya bisa melihat bintang gemintang di langit. Suatu kemewahan yang tidak dapat ditemui di Jakarta akhir-akhir ini.

Terkadang, ketika hujan lebat turun agak lama, barulah langit lebih bersih, udara lebih segar, suhu lebih adem. Terkadang jika beruntung bulan dan bintang akan terlihat, sungguh cantik sekali.

Hal inilah yang menyebabkan kegelisahan saya. Terinspirasi untuk melakukan tindakan kecil untuk lingkungan dan alam sekitar demi langit biru dan kelangsungan lingkungan yang lebih baik untuk kehidupan kita dan generasi yang akan datang, mendorong saya untuk menulis hal-hal kecil dan sederhana dengan harapan dapat menggerakkan kesadaran kita untuk saling menjaga anugrah ini.

Tulisan ini digerakkan oleh kecintaan saya terhadap alam, kewajiban untuk menjaga amanah. Kesederhanaan pemikiran dan perkataan semata-mata karena kedangkalan pengetahuan. Walaupun begitu kekurangan ini tidak akan menghambat saya untuk tetap menulis, mengapa? karena ini cara sederhana yang saya tahu, dan paling mungkin saya lakukan saat ini.

Mulailah dari sekarang…dari hal kecil.. dari diri anda…
Jakarta 17 Nopember 2007. 00.51.

Aksi Hijau Senayan 2007

Aksi Hijau Senayan 2007

Minggu (11/11/07) pagi, Rachmat Witoelar (Menteri Negara Lingkungan Hidup) menanam pohon dalam aksi hijau Senayan 2007. Kegiatan ini untuk mendukung program peningkatan kawasan hijau di kota-kota besar dari 10 hingga 15 persen menjadi 30 persen. Sekitar 1000 pohon ditanam. Aksi ini sendiri didukung Kompas Gramedia bekerja sama dengan Riau Andalan Pulp and Paper, dan Honda Prospect Motor.

Senayan merupakan salah satu wilayah hijau di Jakarta. Didalamnya hidup beragam jenis burung, setidaknya ada 36 species di dalam hutan kota seluas 140 Ha, penanaman pohon ini salah satunya dimaksudkan untuk memberikan pasokan makanan untuk mendukung habitat burung-burung tersebut.

Jenis pohon berbiji yang ditanam kemarin ditentukan oleh Badan Pengelola Gelora Bung Karno, diantaranya;- pohon langka Kepel (Stelechocarpus burahol), Palem Sadeng (Livistona rotundifolia), Sawo Kecik (Manilkara kauki), Trembesi (Samanea saman), Cemara Angin (Casuarinas avisatifolia), Tanjung (Mimusops elengi), dan Beringin (Ficus benyamina). Umur pohon yang ditanam rata-rata di atas dua tahun dengan ketinggian rata-rata 2 meter.

Catatan:
- Riau Andalan Pulp and Paper menyatakan menanam 65 juta pohon per tahun, selain untuk tujuan penghijauan juga untuk menggerakkan perekonomian rakyat di sekitar kawasan hutan yang digarap.
– Honda Prospect Motor ingin memperkuat identitas sebagai pabrikan kendaraan paling ramah lingkungan dengan melakukan penghijauan di berbagai kota, selain melalui penggunaan mesin-mesin otomotif yang semakin ramah lingkungan dan tidak menambah beban pemanasan global.

Simple things to do..

Simple things to do..

Hal-hal kecil yang bermakna besar, mudah dikatakan, mudah dikerjakan…

1. Pisahkan sampah organik dan non organik….
2. Jangan buang sampah organik, simpan dan jadikan kompos…
3. Jangan buang biji buah begitu saja, tanamlah kelak akan ada satu pohon baru dari biji itu, yang bisa menyerap CO2 dari udara kita…
4. Tanam pohon sebanyak mungkin…
5. Padamkan lampu yang tidak digunakan…
6. Pakailah mobil bersama-sama…
7. Cek keran air di rumah segera perbaiki keran yang bocor…
8. Pakai air bersih seperlunya…
9. Tidak semua benda harus dicuci dengan sabun…
10. Biarkan saja semut di rumah anda, jika tidak ingin melihat mereka cukup dengan menjaga kebersihan…
11. Biarkan saja ulat di tanaman anda, biarkan alam mengatur sendiri keseimbangannya…
12. Gunakan kertas jika benar-benar perlu.. biasakan menggunakan soft documents…
13. Gunakan tissue jika benar-benar perlu
14. Tidak perlu menggunakan handuk yang terlalu tebal…
15. Bersepeda? Mengapa tidak?

Ada yang ingin menambahkan daftar ini???

Sistem Sertifikasi Ekolabel (Eco-labelling System)

Sistem Sertifikasi Ekolabel (Eco-labelling System)

Pemberian label pada suatu produk yang menyatakan bahwa produk tersebut berasal dari pengelolaan yang ramah lingkungan. Sistem sertifikasi ekolabel merupakan suatu mekanisme pasar yang bersifat sukarela, yang pada dasarnya berbentuk informasi yang bertanggungjawab (transparan dan tanpa diskriminasi) mulai dari lokasi tempat pengambilan hingga kekonsumen akhir.