Green Building

Tentunya kita sudah sering mendengar istilah green building bukan? Tulisan berikut ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran makna istilah ini secara sederhana. Seperti apa itu?

Begini, green building adalah sebuah konsep untuk meningkatkan efisiensi sumber daya yang dibutuhkan untuk sebuah gedung, rumah atau fasilitas lainnya. Sumber daya yang dimaksud adalah energi, air, dan material-material pembentuknya. Diharapkan dampak negatif bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dapat dikurangi dengan jalan;- perencanaan, pelaksanaan (konstruksi) , operasional, perawatan dan perbaikan serta jika suatu ketika bangunan tersebut atau salah satu bagiannya dirobohkan dapat dilakukan lebih baik daripada bangunan-bangunan konvensional–bisa dikatakan life cycle lengkap sebuah bangunan diharapkan jauh lebih baik dampaknya terhadap lingkungan. Perlu diingat, praktisioner Green Building tidak hanya berfokus pada masalah ekologi, tapi juga memperhatikan masalah keindahan dan keharmonisan antara struktur bangunan dan lingkungan alamiah di sekitarnya dan tidak melupakan pula perbaikan lingkungan, walaupun mungkin secara penampakan bangunan ini tidak berbeda dari bangunan-bangunan lainnya.

Konsep yang nyaris serupa dikenal dengan nama natural building, dimana lingkup perhatiannya lebih kepada penggunaan material alam yang tersedia secara lokal. Selain itu terminologi green building terkait secara integral dengan istilah-istilah sustainable design dan green architecture yang maknanya insya Allah akan saya tulis kelak.

Green Building yang Efektif

Yaitu bangunan yang bisa mengurangi biaya operasional dengan cara meningkatkan produktivitas dan mengurangi penggunaan energi dan air, artinya energi dan air dimanfaatkan sedemikian rupa agar tidak ada yang mubazir, bahkan jika perlu disediakan siklus daur ulang air, sedangkan dari sisi pemakaiannya dihemat sebisa mungkin, misalnya penggunaan dual flushing system pada kloset duduk untuk membedakan pemakaian air pada saat buang air besar dan buang air kecil. Upaya membatasi tinggi gedung maksimal empat lantai termasuk dalam tindakan ini, karena gedung-gedung yang kurang dari empat lantai tidak memerlukan lift sehingga bisa mengurangi pemakaian energi listrik dan sebagainya.

Kedua, peningkatan kesehatan penghuninya dengan jalan meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Hal ini bisa dilaksanakan dengan merancang sistem ventilasi dan memperhitungkan sirkulasi udara yang baik. Misalnya dengan membuat langit-langit ruangan cukup tinggi, dan membuat cross-ventilation.

Dan yang ketiga adalah mengurangi pengaruh lingkungan semisal dengan menanami sekitar gedung untuk menciptakan iklim mikro yang lebih baik areal bangunan tersebut, pengaturan air hujan (storm water runoff) yang lebih baik, dan sebagainya.

Sertifikasi Green Building

Di Amerika dikenal sebuah badan resmi yang bisa mengeluarkan sertifikasi atas bangunan-bangunan yang diklaim menggunakan konsep ini. Lembaga ini yaitu;US Green Building Council memiliki sertifikasi system yang dikenal dengan nama LEED (Leadership in Energy and Environtmental Design). Hingga kini belum ada gedung di Indonesia yang mengambil sertifikasi LEED tersebut, kira-kira penyebabnya mungkin terkait dengan kesulitan untuk memenuhi beberapa persyaratan yang diminta semisal jarak antara sumber material dan lokasi proyek yang disyaratkan dalam range tertentu dimana hal ini sulit jika material yang digunakan ternyata hanya tersedia di luar negeri, tentunya hal ini berdampak pada pengurangan poin, selain itu persyaratan yang diminta oleh LEED cukup signifikan terhadap besarnya nilai proyek, sehingga otomatis investor lokal atau pemilik gedung lebih memilih menggunakan pertimbangan prinsip ekonomi. Tetapi jangan khawatir beberapa gedung tinggi walaupun tidak mengambil sertifikasi ini, telah berupaya untuk membangun dengan pendekatan konsep green building, misalnya Ghra Pangeran di Surabaya dan Wisma Dharmala di Jakarta. Oh ya, di Indonesia telah ada konsultan property yang bisa memfasilitasi pengambilan sertifikasi ini.

Penerapan Green Building di Indonesia?

Selain yang saya singgung di atas, sebenarnya bangunan tradisional Indonesia sudah mendekati konsep ini. Semisal rumah panggung, apalagi yang menggunakan bahan alami seperti bambu yang murah, ramah lingkungan, dan terbarukan–karena pertumbuhan bambu yang mudah dan relatif dalam waktu singkat bisa segera dimanfaatkan. Hanya saja, ketika dihadapkan pada persoalan semakin sempitnya lahan kosong di kota-kota besar, dan pilihan untuk membangun secara vertikal, maka pendekatan konsep ini tentunya akan lebih kompleks tapi tidak mustahil untuk dilaksanakan, yang dibutuhkan adalah kemauan dan kreativitas arsitektur dan tenaga ahli lainnya untuk memanfaatkan semaksimal mungkin material yang mudah diperoleh di tanah air yang tentunya memenuhi persyaratan konsep green building. Atau paling gampang kita bisa mengadaptasi desain gedung yang telah banyak dibangun di luar negeri semisal rumah susun House of Windsor di Melbourne Australia tentunya dengan cara yang benar.

Catatan:
Ekologi: ilmu yang mempelajari distribusi dan
kelimpahan hidup serta interaksi antara organisme dan lingkungan.

#

Situs terkait yang disarankan:

http://akuinginhijau.wordpress.com/2007/08/25/green-building-untuk-iklim-mikro-bangunan-ramah-lingkungan-syaratkan-efisiensi/
http://en.wikipedia.org/wiki/Green_building
http://en.wikipedia.org/wiki/Green_Building_%28MIT%29
http://www.greenbuilding.com/

9 comments
  1. saya pernah liat tayangan di televisi, rumah yang semua materialnya dari alam. seperti itu ya konsep green building?

  2. Luthfi said:

    Kalau di dunia teknik, green building dapat diartikan sebagai perpaduan tiga hal. Ramah lingkungan, pembangunan yg berkelanjutan dan minim penggunaan energi.

    Sekedar sharing saja, setauku kalo masalah tentang green building ini, negara2 di Eropa lebih maju dari negara lainnya. North America dan Ausie hanya baru sebatas cuap2 saja ataupun membangun dalam skala secuil.

  3. to Isnuansa,
    Kelihatannya itu baru sebagian dari konsep green building, masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi semisal sustainable, pemakaian energi, dan sifatnya haru sramah lingkungan.

    to Luthfi,
    Thanks, informasimu melengkapi artikel di atas, memang benar yang kamu katakan. Negara-negara Eropa, US, dan Jepang lebih concern mengenai hal ini.

  4. Luthfi Izmi Lubis said:

    Negara-negara Eropa, US, dan Jepang lebih concern mengenai hal ini.

    Sekedar koreksi sedikit kalo boleh, Europe ama Jepun boleh la. Tapi kalo US, nope. Saya yakin soal itu. Bukan karena aku antipati ya, tapi kenyataanya mrk baru sebatas cuap2 saja. Faktanya mayoritas masi make nuclear, coal, dlsb. Coba perhatikan kyoto protocol.

  5. Iya Luth, kamu benar. Memang US telah menyiapkan lembaganya dan perangkat sertifikasi tapi secara global ternyata banyak kebijakan yang mereka buat cuma untuk menguntungkan mereka sendiri. Hasil konferensi PBB di Bali yang lalu semakin membukakan mata dunia tentang bagaimana mereka sebenarnya. Makasih koreksinya.

  6. Uliph said:

    Thx for the info.
    Anyway, saya hanya mempertanyakan bagaimana kalau terminologi ‘green’ itu cuma digunakan perusahaan properti untuk menjual produk2nya?

    Yoga:
    Uliph, senang kamu bisa mampir kemari. Mengenai pertanyaanmu itu saya bahas di sini. Untuk itu, mesti berhati-hati, setahu saya dari diskusi terakhir tentang green building yang saya ikuti bulan lalu, di Indonesia belum ada satu pun gedung yang memenuhi kategori green atau mengambil sertifikasi green. Sertifikasi green building di Indonesia sendiri tengah di godok oleh sebuah tim, yang beranggotakan beberapa ahli dari berbagai disiplin dan dari beberapa lembaga yang relevan. Kita tunggu, apakah tahun depan sudah ada progress yang berarti.

  7. thanks for sharing…
    Oh ya saya jg pernah menulis beberapa artikel yang masih ada kaitannya dengan green building di blog kalipaksi.

    bisa diliat di sini:
    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/02/25/konstruksi-hijau/

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/02/23/green-construction-belum-menarik-dari-sisi-bisnis/

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/02/23/mendadak-green/

    Yoga:
    Terimakasih juga Pak Sofwan untuk link-nya. Sudah pasti akan banyak manfaatnya untuk saya dan pembaca AOE. Salam kenal.

  8. Salam kenal dan terima kasih sudah berbagi.
    Saya setuju bahwa esensi Green Building adalah bagaimana bangunan bisa didisain tanpa mengganggu keseimbangan ekologi dan iklim. Artinya dia lebih dari sekedar memiliki penampakan alami dan lebih dari sekedar menggunakan bahan-bahan alami. Kriteria Green Building juga bisa menjadi sangat relatif mengikut kondisi lokasinya yang bisa berbeda-beda.
    Misalnya, di negara dimana banyak terjadi penebangan hutan secara liar, yang disebabkan oleh tingkat penggunaan kayu yang tinggi di satu pihak dan upaya reboisasi yang kurang memadai di lain pihak. Maka di negara semacam itu, penggunaan kayu akan menjadi sangat membebani lingkungan. Mungkin penggunaan material jenis lain yang akan mengurangi konsumsi/penggunaan kayu justru akan memberi efek ‘green’ yang diharapkan.
    Saya setuju bahwa Eropa adalah yang paling maju dan serius dalam hal upaya-upaya mencapai Sustainability. Salah satu contoh praktek terbaik dalam hal Green Building di dunia saat ini, khususnya di Eropa, adalah penggunaan Jendela dari bahan PVC (yang merupakan bahan plastik sintetik yang dari stereotipnya dianggap jauh dari kesan ‘green’). Nah, sistem jendela PVC (PVC window frame) ternyata merupakan jendela yang memiliki sifat isolator suhu yang terbaik saat ini. Di negara-2 bermusim dingin, keramahan bangunan terhadap lingkungan utamanya ditentukan dari tingkat konsumsi energi untuk sistem pemanasannya. Jendela PVC mampu menahan suhu hangat di dalam bangunan sehingga konsumsi energi dapat dihemat secara signifikan.
    Jadi praktek Green Building mestilah benar-benar menyentuh esensinya dalam upaya pelestarian lingkungan dimana bangunan tersebut berada.
    Salam,
    Indratmoko Poerwanto

  9. Artikel yang menarik Yoga, sukses terus buat tulisan2nya :) :) :)

    Best regard,
    Bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 428 other followers

%d bloggers like this: