Tigreeeee… Mi Manchi! Itu status message seorang teman di YM. Aih, rupanya ia sedang rindu dengan “macannya” (berdoa, moga-moga ia tak mampir baca tulisan ini dan mengutuk saya jadi batu hihihi). Terus terang saya jadi manchi, rindu juga. Kalau ia rindu pada kekasihnya yang asal negeri spagetthi, sedangkan saya rindu pada teman-teman saat kuliah dulu. Duuh pada kemana ya mereka? Minggu lalu saya hadir di acara halal bihalal alumni se Jakarta. Hanya tak satu pun teman se-angkatan terlihat, adanya bapak-bapak, tante-tante, oom-oom, dan oma opa
terlalu jauh gap angkatan mereka dengan saya. Kalau ingat kejahilan mereka, saya bisa senyum-senyum sendiri.
Coba bayangkan, saat itu saya sedang bertugas jadi MC sebuah seminar serius disebuah hotel bintang lima(tolong jangan dibayangkan suara dan penampilan saya seperti MC-MC profesional, wong ini acaranya seminar konstruksi, jadi nggak butuh MC yang heboh-heboh amat), pas rehat makan siang yang cuma sejam, teman se-gank (lima pria, satu perempuan) plus satu sahabat perempuan saya yang mirip obelix mengajak menghangatkan badan di kolam renang yang terletak di lantai lima. Asli, saya lupa, hari itu hari lahir saya. Kalau ingat sebal sekali. Tiba-tiba saja mereka menggotong saya dan ouch!… ceburr!!! Waks! Read the rest of this entry


