<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gelembung-Gelembung Hati</title>
	<atom:link href="http://amaliaonearth.com/2008/10/03/gelembung-gelembung-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amaliaonearth.com/2008/10/03/gelembung-gelembung-hati/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 11:10:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>By: Yaumil</title>
		<link>http://amaliaonearth.com/2008/10/03/gelembung-gelembung-hati/#comment-1324</link>
		<dc:creator><![CDATA[Yaumil]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 15:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amaliaonearth.wordpress.com/?p=110#comment-1324</guid>
		<description><![CDATA[Saya sangat menyukai gelembung.
Apalagi klo gelembung itu memaknai kehidupan kita.
Thnx, atas tulisan anda saya dapat menemukan bnyk inspirasi.. :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat menyukai gelembung.<br />
Apalagi klo gelembung itu memaknai kehidupan kita.<br />
Thnx, atas tulisan anda saya dapat menemukan bnyk inspirasi.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel Mahendra</title>
		<link>http://amaliaonearth.com/2008/10/03/gelembung-gelembung-hati/#comment-150</link>
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Mahendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 18:31:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amaliaonearth.wordpress.com/?p=110#comment-150</guid>
		<description><![CDATA[Aku baru saja mengalami suatu kejadian kemarin-kemarin ini. Orang dari masa lalu datang kembali di masa ini. Ternyata perasaanku sama. Tak bergeser sedikit pun terhadapnya. Segala kejengkelan serta sumpah serapah sepertinya hanyut dilibas waktu.

Rupanya di situ aku baru tersadar: kita tidak bisa mengubah masa lalu. Karena ia telah terjadi. Bahwa kenyataan berkata lain, itu adalah hari ini. Yang kita bisa rencanakan adalah masa yang di depan.

Maka datang dan pergi adalah hal yang lumrah dan biasa. Sehingga yang terpenting adalah, bukan apa yang terjadi di masa lalu, melainkan bagaimana hari ini dan nanti.




&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yoga:
Persis Dan, namun bagi saya ada beberapa teman yang bentuk perasaan saya berubah, walaupun kemarahan, kekecewaan, dan kekesalan telah hilang, format gelembungnya di hati saya akan berubah. Bisa jadi formatnya yang lama telah digantikan oleh teman-teman jiwa yang lain.

Untuk dua paragraf terakhir saya cuma bisa mengatakan, sangat sepakat denganmu! 

Tapi... Hei... mana yang lebih tepat?
 - &quot;Bagaimana hari ini?&quot; atau &quot;Hari ini bagaimana?&quot;
 - &quot;Bagaimana nanti?&quot; atau &quot;Nanti bagaimana?&quot;

;)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku baru saja mengalami suatu kejadian kemarin-kemarin ini. Orang dari masa lalu datang kembali di masa ini. Ternyata perasaanku sama. Tak bergeser sedikit pun terhadapnya. Segala kejengkelan serta sumpah serapah sepertinya hanyut dilibas waktu.</p>
<p>Rupanya di situ aku baru tersadar: kita tidak bisa mengubah masa lalu. Karena ia telah terjadi. Bahwa kenyataan berkata lain, itu adalah hari ini. Yang kita bisa rencanakan adalah masa yang di depan.</p>
<p>Maka datang dan pergi adalah hal yang lumrah dan biasa. Sehingga yang terpenting adalah, bukan apa yang terjadi di masa lalu, melainkan bagaimana hari ini dan nanti.</p>
<blockquote><p><em><strong>Yoga:<br />
Persis Dan, namun bagi saya ada beberapa teman yang bentuk perasaan saya berubah, walaupun kemarahan, kekecewaan, dan kekesalan telah hilang, format gelembungnya di hati saya akan berubah. Bisa jadi formatnya yang lama telah digantikan oleh teman-teman jiwa yang lain.</p>
<p>Untuk dua paragraf terakhir saya cuma bisa mengatakan, sangat sepakat denganmu! </p>
<p>Tapi&#8230; Hei&#8230; mana yang lebih tepat?<br />
 &#8211; &#8220;Bagaimana hari ini?&#8221; atau &#8220;Hari ini bagaimana?&#8221;<br />
 &#8211; &#8220;Bagaimana nanti?&#8221; atau &#8220;Nanti bagaimana?&#8221;<br />
 <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ikkyu_san</title>
		<link>http://amaliaonearth.com/2008/10/03/gelembung-gelembung-hati/#comment-146</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ikkyu_san]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 20:15:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amaliaonearth.wordpress.com/?p=110#comment-146</guid>
		<description><![CDATA[iya bener kok Yoga, saya setuju banget dengan gelembung, karena akan lebih indah dan mudah digambarkan. hehehe



&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yoga:
Mbak, saya baru ketempat mbak dan membaca artikel tentang ikan fugu... malah jadi membayangkan, kalau pas sakit hati, gelembung itu berbentuk seperti ikan buntal berduri, aduh bisa celaka... ;)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya bener kok Yoga, saya setuju banget dengan gelembung, karena akan lebih indah dan mudah digambarkan. hehehe</p>
<blockquote><p><em><strong>Yoga:<br />
Mbak, saya baru ketempat mbak dan membaca artikel tentang ikan fugu&#8230; malah jadi membayangkan, kalau pas sakit hati, gelembung itu berbentuk seperti ikan buntal berduri, aduh bisa celaka&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ikkyu_san</title>
		<link>http://amaliaonearth.com/2008/10/03/gelembung-gelembung-hati/#comment-145</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ikkyu_san]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:40:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amaliaonearth.wordpress.com/?p=110#comment-145</guid>
		<description><![CDATA[hmmm dalam sekali mbak....
tapi mungkin pemikiran mbak yang mirip saya yang membuat saya senang membaca tulisan mbak... 
analogi gelembungnya juga bagus mbak...cuman kok saya merasa gelembung itu rapuh dan mudah pecah. Dan sesaat saya malah terpikir seperti kanker, yang menyebar cepat, bertumpuk, kronis, dan kalau dibuang, iya kalau bisa bersih...malah ada sisanya dan berkembang lagi.. terbawa terus sampai mati. Agak aneh dan memuakkan mungkin tapi ngga tau juga kenapa kok saya terlintas terpikir seperti itu.
hehehe

EM




&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yoga:
Mbak Imel silahkan panggil saya Yoga saja. Rasanya lebih nyaman :)
Awalnya saya kesulitan mencari analogi yang tepat. Sehingga agak memaksa pembaca untuk membayangkan gelembung yang lebih liat, memang sempat terpikir seperti mbak. Tapi itulah pertemanan. :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm dalam sekali mbak&#8230;.<br />
tapi mungkin pemikiran mbak yang mirip saya yang membuat saya senang membaca tulisan mbak&#8230;<br />
analogi gelembungnya juga bagus mbak&#8230;cuman kok saya merasa gelembung itu rapuh dan mudah pecah. Dan sesaat saya malah terpikir seperti kanker, yang menyebar cepat, bertumpuk, kronis, dan kalau dibuang, iya kalau bisa bersih&#8230;malah ada sisanya dan berkembang lagi.. terbawa terus sampai mati. Agak aneh dan memuakkan mungkin tapi ngga tau juga kenapa kok saya terlintas terpikir seperti itu.<br />
hehehe</p>
<p>EM</p>
<blockquote><p><em><strong>Yoga:<br />
Mbak Imel silahkan panggil saya Yoga saja. Rasanya lebih nyaman <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Awalnya saya kesulitan mencari analogi yang tepat. Sehingga agak memaksa pembaca untuk membayangkan gelembung yang lebih liat, memang sempat terpikir seperti mbak. Tapi itulah pertemanan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

