Sisipan

Sisipan

Apakah hubungan antara kepala dan perut?

Hingga semalaman harus mendamaikan keduanya.

Sempat terlelap satu dua jam saja, sebelum terjaga hingga matahari menyengat.

Mengapa pula mereka bertikai, padahal yang diprotes jiwa.

Pada puncaknya, tanpa sinyal air mata mengalir hanya karena setetes air panas menyentuh kulit, sontak gelas digeletakkan asal, kaki tanpa dikomando menghambur menggapai peraduan.

Rupanya ini katalisator reaksi kimia dihati.

Ah aku sudah cukup repot mendamaikan kepala dan perutku, mengapa pula kau turut rewel, hatiku.

Mengapa kau sampaikan lagi padaku mengenai kebahagiaan yang tak bisa tidak membutuhkan pengorbanan dari yang lain.

Ssshhh sudahlah, sudahlah, sebentar lagi subuh, mari kita berdamai semuanya.

Esok kita ramu resep lain, kebahagiaan tak boleh berhenti diciptakan.

Kali ini kita cari resep yang tak perlu meminta pengorbanan yang lain (meski itu mungkin nihil).

5 Responses »

  1. Mbak Yoga,

    Kebahagiaan tanpa membutuhkan pengorbanan?
    Hmm…
    Pernah kepikir nggak, kalau kebahagiaan yang kita rasakan ternyata mengorbankan hati orang lain, mencabik hati orang lain? :)

    Oh ya,
    kalau sudah ketemu resep menciptakan kebahagiaan tanpa perlu resep ribet, bagi di blog yaa…

    (eh, tapi, tapi… kok saya sekarang sudah cukup bahagia dengan duduk di depan laptop, blogwalking, dan ditemani dengan kopi susu yang panas ya? ah, ternyata kebahagiaan itu sederhana Mbak! Memangnya Mbak mau menciptakan kebahagiaan yang seperti apa, sih? Boleh tau?)

    Yoga:
    Kalau dibalik begini La, Kebahagiaan orang itu berasal dari pengorbanan kita bagaimana? Sakit? Nyeri? Makanya hati bisa berontak suatu ketika, aku pikir itu manusiawi dan kita masih bukan robot toh.
    Memang benar, terkadang kebahagiaan itu datang tak terduga dari hal-hal yang sederhana, misalnya becanda dengan keluarga, minum teh hangat dan berbagi dengan teman, walau ada pengorbanan setidaknya bukan pengorbanan perasaan. Nikmati harimu La! :)

  2. “Ah aku sudah cukup repot mendamaikan kepala dan perutku, mengapa pula kau turut rewel, hatiku.”

    Mengapa mesti dijadikan suatu kerepotan…
    Itulah indahnya jadi manusia. Apa ada makhluk Tuhan yang bisa merasakan hal-hal seperti itu?

    Bersyukurlah, Yoga, bersyukurlah akan hal itu.

    Yoga:
    Kerepotan yang menyenangkan, karena pada akhirnya aku bersyukur bahwasanya aku masih seorang manusia bukan robot. Thanks Daniel :D

  3. Kebahagiaan harus dibuat Yoga…wahh ..wahh..sejak kita diskusi, tulisan Yoga mengalir deras. Bagus Yoga…hehehe…saya baru tahu, ternyata menulis juga bisa jadi obat stres selain mencabuti rumput (OOT nih)

    Itu baru kepala dan perut…bagaimana dengan hati? Ini menurut saya organ tubuh yang rewelnya bukan main. Hati kadang tak bisa dibuat mikir, padahal kepala udah mengatakan tidak. Dan saat kepala mengatakan tidak…perut masih ingin….lha lapar….

    Yoga:
    :D Ibu lucu sekali, hehehe jadi selama ini Ibu nyabutin rumput Bu kalau stress? Untung ada WordPress hehehe jadi sekarang bisa nulis, untung bisa kopdar jadi lebih lega lagi :D
    Iya benar, mengendalikan hati ini susah bukan main padahal kepala sudah bilang Ok hati jangan terlalu dimasukkan hati, nyatanya hati suka berkelana sendiri dan semau gue… ;)

  4. Wah… terkadang banyak juga tuh justru mulai ‘berantem’ pada saat subuh. Biasanya kepala tuh yang stres berat memikirkan bagaimana makan hari ini… atau bagi kebanyakan… stres memikirkan apakah target hari ini tercapai….

    Yah… begitulah ada yang damai di siang hari ada yang damai di malam hari…. :D

    Yoga:
    Damai ya Pak, damai di Bumi damai di Langit :D

  5. Kepala dan perut belum benar-benar damai tuh, kalau hati masih protes…
    Kebahagiaan tanpa pengorbanan? Hmm…sepertinya harus selalu deh… Yang penting, pengorbanan itu wajib disertai keikhlasan. Dan satu lagi, yang saya tahu, kebahagiaan itu berbeda dengan kesenangan.
    Nice posting, Sist!

    Yoga:
    Nah keikhlasan, teh Ratna satu-satunya yang mengingatkan. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s