Cuma Ada Saya, Pagi dan Tuhan

Cuma Ada Saya, Pagi dan Tuhan

“You’re a morning person, Yoga.” Kata salah satu kolega saya, ketika mendapati saya sudah duduk di meja pantry long house yang kami tempati. Saya sedang mengetik dan sambil menyeruput susu ketika ia baru keluar dari kamarnya. Waktu itu sudah pukul delapan pagi waktu sana dan sehari sebelumnya kami baru menempuh tujuh-delapan jam perjalanan dengan pesawat udara, menembus dimensi waktu yang berbeda dari keseharian kami dan malamnya kami masuk kamar masing-masing sekitar tengah malam waktu setempat. Well, sir anda betul waktu itu tapi jujur sebenarnya saya nggak yakin saya benar-benar morning person.

Celakanya atau untungnya saya mudah beradaptasi dengan zona waktu, jadi jam biologis saya otomatis menyesuaikan meski kadang badan agak protes, tapi bukan masalah besar, dengan sedikit tekanan pekerjaan saya bisa melupakan itu semua. Nanti jika ada waktu luang, saya bisa balas dendam. Nggak tahu apakah ini kebiasaan buruk atau tidak, yang jelas saya nyaman-nyaman saja, nah ini yang membuat saya dapat julukan itu dari beliau.

Tunggu, tunggu sebelum menceracau kemana-mana, sebetulnya saya ingin bicara tentang pagi hari, bukan tentang jam biologis saya. Pagi itu salah satu waktu favorit saya.

“Kalau siang?”

“Siang juga.”

“Bagaimana dengan malam?”

“Malam juga.”

“Haih!”

“Hihihihihi…”

Pagi, siang, malam saya selalu suka, hingga rasanya sayang kalau dihabiskan untuk tidur! Tinggal menyetel “mood” dan menyesuaikan kegiatan, nyaman setiap waktu (kecuali kalau terburu-buru).

Seperti tadi pagi, saya terkagum-kagum dengan pemandangan indah di belakang rumah. Semburat warna kuning, emas, dan merah, mengusir mendung yang menggantung semalaman, memperlihatkan kesempurnaan sang pencipta. Sempurna! Perasaan saya dan suasana pagi ini. Indah!
Lupa sejenak dengan kehidupan yang kadang termehek-mehek, lupa dengan perasaan yang sering termenye-menye, lupa dengan pegal-pegal di otot karena mempelajari gerakan Yoga baru, yang paling asyik lupa hutang, hehehe dan lupa dengan apapun! Cuma ada saya, pagi dan Tuhan! Kalian mau dimana, terserah deh, pokoknya pagi tadi, cuma ada SAYA, PAGI dan TUHAN!

##

I looked out across
The river today
I saw a city in the fog and an old church tower
Where the seagulls play
I saw the sad shire horses walking home
In the sodium light
I saw two priests on the ferry
October geese on a cold winter’s night

And all this time, the river flowed
Endlessly to the sea

Sting – All This Time

##

Catatan:

Ternyata benar, saya morning person baca: orang yang terinspirasi oleh pagi. Lihat catatan saya disini:-

Morning!

A Journey

Aun Existe Amor

Let There Be Love

Inspiration

Walk Around

2 Responses »

  1. Pastinya, I’m not a morning person.
    Soalnya saya lebih suka molor sampai siang di tempat tidur sambil meluk guling.. hihihi..

    Tapi pernah, saya ngerasain hal yang sama seperti Mbak Yoga. Dan yang paling asyik tuh emang lupa sama utangnya… hihih.. kenapa juga setelah sejam kemudian kok ngeliat ada tagihan kartu kredit di atas meja rias… Inget lagi deh! :D

    Yoga:
    Nah, kan.. ck-ck-ck… Hayo Lala bereskan hutang-hutangmu… terus traktir saya karena bukumu sudah akan “lahir”
    *mode ngarep on*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s