Filsuf besar Socrates pernah mengatakan bahwasanya ilmu tidak menjamin seseorang menjadi tahu dan bertindak dengan karakter yang positif, sementara di dunia kerja karakter positif atau excellent character semisal passionate, honest, long-life learners, reliable, bertanggung jawab, optimistik dan sebagainya mutlak diperlukan. Oleh karena itu, karakter yang baik harus senantiasa diupayakan.
Dengan karakter yang baik, maka knowledge yang dimiliki seseorang akan banyak manfaatnya baik bagi diri sendiri maupun orang lain dan pada ujungnya di lingkungan kerja akan membawa kemajuan bagi perusahaan. Kebalikannya karakter negatif berpotensi menghambat kemajuan seseorang, sebuah tim, dan pada ujungnya sebuah perusahaan.
Apakah anda familiar dengan isi dialog berikut ini?
“Bagaimana rasanya memiliki rekan satu tim yang pandai luar biasa?”
“Saya akan senang, karena berharap bisa menimba pengetahuan darinya dan dengan kepandaiannya, target tim kami bisa terpenuhi, syukur-syukur malah exceed atau lebih dari harapan”.
“Bagaimana jika ternyata rekan satu tim yang pandai luar biasa itu ternyata tak disiplin dan egois luar biasa?”
“Wah jika demikian harapan saya jauh panggang dari api. Alih-alih saya akan ketularan pintar dan target tim tercapai, ada kemungkinan tim jadi tak solid, tujuan mungkin bisa tercapai meski sedikit berat, tapi harapan untuk sama-sama pandai adalah ekspetasi yang berlebihan, dan egoisme salah satu anggota tim apalagi sampai ada yang ingin memiliki glory bagi diri sendiri akan berpotensi menimbulkan friksi dan frustasi bagi anggota tim yang lain, sehingga otomatis suasana kerja tak akan nyaman dan pada ujungnya akan merugikan perusahaan”.
Dialog diatas adalah gambaran pendapat umum yang sering saya dengar, dan bisa saya rasakan kebenarannya. Kepandaian mencerminkan penguasaan atas pengetahuan atau ketrampilan tertentu yang akan bermanfaat bagi orang banyak jika digenggam oleh orang-orang dengan karakter yang baik (dalam bahasa spiritual disebut akhlak yang baik), dan sekali lagi tak akan banyak manfaatnya ditangan mereka yang negatif karakternya.
Knowledge is power but character is more. Bagaimana menurut anda?