Belajar Tentang Greenwashing

November 12, 2008

rokok-ramah-lingkungan

Hari ini saya mencoba mencari makna greenwashing. Istilah ini terkait dengan kampanye hijau. Cobalah cari makna harfiahnya di kamus bahasa Inggris, saya kira anda akan kesulitan menemukan padanan katanya. Saya sudah mencoba mencari di “Oxford Advanced Learner’s Dictionary” tapi enggak ketemu, mungkin mesti pakai kamus yang khusus untuk istilah-istilah green campaign aka kampanye hijau.

Istilah greenwashing sebenarnya secara figurative baru dikenal awal-awal 2000′an (cmiiw) ketika banyak perusahaan atau korporasi mulai terlibat dalam kampanye hijau.

Istilah ini plesetan dari istilah whitewashing, nah kalau yang ini dengan mudah bisa kita temukan dikamus Oxford yang biasa saya pakai. Whitewashing diartikan sebagai tindakan untuk menyembunyikan fakta yang tak menyenangkan.

Jadi greenwashing adalah istilah sinis (pejorative) untuk menyebut suatu tindakan yang dilakukan oleh korporasi tertentu untuk memberi kesan pada konsumennya akan kepedulian dan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan hidup, bagus bukan?

Lantas mengapa dikatakan sebagai pejorative? Karena sebenarnya usaha tersebut digunakan untuk menutupi kegiatan yang salah (atau bahkan ilegal) yang terkait dengan lingkungan hidup. Alih-alih dicaci, tindakan ini justru bakal dipuji-puji orang banyak (yang tak tahu).

Bahayanya, jika calon konsumen tak memiliki pengetahuan yang cukup dan kalaupun tahu tapi tak kritis, tentu saja ia akan terjebak dan terlena dengan hasil karya public relation (PR) yang pintar. Selain itu, tentu saja, akan tercipta ilusi atau pencitraan yang tak benar.

Lama kelamaan istilah ini tak terbatas hanya untuk menggambarkan misleading dari sebuah iklan lingkungan hidup, greenwashing juga digunakan tak terbatas untuk misleading yang dikandung dalam laporan lingkungan hidup, sponsorship, material pendidikan dan sebagainya.

Nah, sekarangkan coba kita baca iklan ini:

ROKOK RAMAH LINGKUNGAN!

Terbuat dari tembakau organik, filter dari katun organik, digulung dengan kertas yang ramah lingkungan.

Dijamin diproduksi dengan energi yang tergantikan!

Sebagian dari keuntungan dari penjualan rokok ini akan disumbangkan untuk keperluan kampanye lingkungan hidup.

Ya! Ini contoh greenwash, dan sebagian dari anda benar. Rokok tetaplah rokok, secara medis belum ada rekomendasi yang positif. Tak ada teknik produksi “hijau”–yang ramah lingkungan yang dapat mengubah rekomendasi itu menjadi “baik”, paling banter hanya dibilang less bad atau berkurang sedikit keburukannya.

Bisa memberikan contoh yang lain?

-Dirawi dari berbagai sumber-

7 Responses to “Belajar Tentang Greenwashing”

  1. Ikkyu_san Says:

    wahhhh telak!
    memang begitu sih.

    contoh lain apa ya? mikir.com
    EM

    Yoga:
    Jadi, hasil mikir kemarin apa? Hihihii :D

  2. timpakul Says:

    tanamlah pohon…
    biar kami terus menebangnya

    ^_^V

    Yoga:
    A-ha! Peace Mas Ade! :D


  3. [...] eco nya, pasti dapat diterima di masyarakat Jepang. Meskipun hampir mirip dengan tulisan Yoga di greenwashing, Eco disini tidak bermaksud menutupi kegiatan yang salah yang terkait dengan lingkungan hidup. [...]


  4. “Rokok tetaplah rokok, secara medis belum ada rekomendasi yang positif.”

    Kebenaran saat ini belum tentu merupakan kebenaran saat nanti. Teori Adam Smith saja bisa dikoreksi kok. Berarti teori medis pun bisa direvolusi. Hehehe!


    Yoga:

    Tentu bisa, kalau sudah terbukti hipotesanya. Nice try DM ;)

  5. edratna Says:

    Karena pernah berkecimpung dalam penelitian pabrik rokok, sejak dari penanaman tembakau (melalui program kemitraan), melihat bagaimana R&D mencoba membuat produk yang tar dan nikotinnya rendah, dan melihat bagaimana cara pembuatan iklannya untuk menggenjot pemasaran….hanya satu kata:

    Rokok adalah rokok….

    yang bisa dicoba hanyalah menurunkan kadar tar dan nikotin…dan sampai saat ini yang kadar tar dan nikotin rendah hanya untuk jenis tembakau Virginia…inipun hanya cocok ditanam di tanah Grumusol dan iklim kering.

    Btw, Niel…tak inginkan kau secara bertahap mengurangi konsumsi rokok? Dan suatu ketika akan berhenti sama sekali dari rokok? Kasihan anakmu lho nantinya…..


    Yoga:

    Begitulah Bu, rokok tetaplah rokok… Nah, Daniel sudah merespon komentar Ibu di bawah ini… :D


  6. @ Edratna:
    Oh, untuk hal itu, aku sudah pastikan, Bu. Begitu aku menikah, aku akan stop sepenuhnya dari rokok. Demi kesehatan istri dan anak-anakku. Itu sudah yakinkan benar pada diriku.

    Kalau soal mengurangi secara bertahap, aku tidak percaya pada pengurangan kuantitas. Sudah sering dicoba, tapi tak pernah berhasil.

    Hanya ada satu cara untuk betul-betul jauh dari rokok. Bukan dengan cara menguranginya, tapi betul-betul STOP dari rokok.

  7. sofakita Says:

    @DM:

    DM: Kebenaran saat ini belum tentu merupakan kebenaran saat nanti. Teori Adam Smith saja bisa dikoreksi kok. Berarti teori medis pun bisa direvolusi. Hehehe!

    wah, teori beda dong dengan fakta. sementara yang pertama berakar pada pemikiran dan opini semata, yang terakhir berangkat dari hasil penelitian, jadi ada evidence.

    dan berdasarkan evidence, rokok itu memang berbahaya! kamu itu kalau ngeles paling bisa sih!

    kalau soal cara merokok, itu baru teori! yang perlu bukan berteori, tapi mengejawantahkannya, toh? jadikan evidence, kamu subyek penelitiannya. gimana?

    sori, yo! aku suka terpancing sih kalau soal rokok. (jadi dapat amunisi buat menyerang perokok neh) hehe!


    Yoga:

    Tak apa Ni HY… :D


Leave a Reply