Bicara tentang sms, media ini sungguh ajaib. Bagaimana tidak, orang sah-sah saja, mendadak, menciptakan singkatan yang paling nggak umum sekalipun. Dalam bahasa Indonesia misalnya, mis singkatan dari misal, tnyt, singkatan dari ternyata, bgt bisa diartikan banget atau begitu, tergantung konteks kalimatnya, oh ya jangan salah misx bagi teman saya, bukan berarti nona X, itu artinya misalnya. Kenapa x = nya, ada yang bisa menjelaskan?
Herannya, manusia sekarang pintar-pintar, “nyambung” saja. Hanya satu dua teman saya yang enggak suka pakai singkatan. Sisanya suka sms dengan plesetan singkatan, yang suka bikin mata saya sakit, misalnya menyebut aku dengan aq, atau pakai titik-titik banyak sebagai ganti koma.
Ah untung Bapak Ibu saya nggak suka pakai singkatan yang aneh-aneh, Bapak saya malah nggak pernah menyingkat kalimatnya.
Satu sms singkat saya terima dari Ibu saya, minggu lalu, jelang liburan, isinya cuma dua kalimat, dan itu sudah termasuk sms yang lumayan panjang dari Ibu, apa pasal? Bagi Ibu sms ya mesti benar-benar short message, singkat padat dan jelas, sesuai dengan sifat beliau yang tak suka bertele-tele, ehm, saya jadi nggak pernah berharap menerima sepucuk surat dari Ibu, pertama sudah ada teknologi sms, dan mobile phone, kedua rasanya Ibu nggak hobi ke kantor pos, itu urusan Bapak, yang biasa saya panggil papa.
Mendapat sms dua kalimat itu sudah termasuk panjang, biasanya sms dari Ibu hanya tiga kata, dua kata, bahkan satu kata, beda banget dengan sms dari Bapak, yang masih ada subyek, predikat dan obyek dengan baik, dan Bapak saya ini sesekali masih senang mengirim surat yang ditulis tangan (tulisan tangannya bagus, enggak kayak sandi rumput), kemudian diselipkan di dalam paket buku atau apa saja yang dikirim untuk saya, meski hampir tak pernah saya balas secara tertulis – biasanya buru-buru saya telpon, atau langsung saya sms dan bilang terima kasih, tapi saya tahu, Bapak saya sudah senang dengan respon saya. Surat-surat itu bakalan saya simpan dengan baik.
Ah jadi “meracau” kemana-mana, ketahuan kalau saya sedang rindu pada beliau berdua.
Back to business, kalimat pertama sms itu, begini:- “libur panjang yug jaga kesehatanmu” , sedang kalimat kedua, ngasih tahu kalau Ibu saya nggak libur, maksudnya nggak perlu pergi ke kota beliau.
Jadi teman-teman, waktunya libur panjang, baik yang libur atau tidak, jagalah kesehatan. Sampai ketemu lagi.



















