Pearl River Tower – Bakal Net Zero Energy Building Pertama di Dunia

Pearl River Tower – Bakal Net Zero Energy Building Pertama di Dunia

Menyambung tulisan tentang green building yang dulu pernah dimuat di AOE. Kali ini saya ingin menunjukkan sebuah mega proyek yang tengah berlangsung, yaitu pembangunan sebuah tower yang diklaim sebagai;- net-zero-energy-skyscraper experiment yang pertama di dunia.

Adalah Pearl River Tower yang didirikan oleh sebuah perusahaan tembakau Cina. Proyek ini berlokasi di Goangzhou, Cina. Bertindak sebagai arsitek, SOM (Skidmore, Owings & Merrill). Bagi SOM mendesain sebuah tower adalah pekerjaan yang bisa dilakukan “sambil tidur”, tapi tidak untuk proyek ini, apalagi tantangannya adalah net-zero-energy yang berarti tidak ada energi yang terbuang percuma, energi yang terpakai seminim mungkin, dan gedung tersebut mampu menghasilkan energi sendiri, serta adanya tantangan rekayasa desain yang sustainable.

Pearl River Tower direncanakan memiliki 71 lantai, dengan luas total 2,2 juta square feet dan selesai pada Oktober 2009. Tower ini didesain menggunakan turbin angin (wind turbines), radiant slabs, microturbines, geothermal heat sinks, fasad yang menggunakan ventilasi (ventilated facades), waterless urinals (yang tak cocok untuk muslim), penggunaan tenaga matahari yang terintegrasi (integrated photovoltaics), perbaikan kondensasi (condensate recovery), dan kontrol tata cahaya siang hari yang responsif (daylight responsive controls). Bahasa yang terlalu teknis ya. Pendek kata, dengan memanfaatkan semua kemajuan teknologi yang ada saat ini, Pearl River Tower dirancang sebagai gedung yang sangat green, seperti yang saya singgung di paragaf kedua, tak ada energi yang terbuang. Yang ada adalah proses recycle, dan reuse yang sesempurna mungkin.

Anda bisa bayangkan, dengan jumlah lantai dan luas lahan yang tersedia, berapa juta manusia ada di dalamnya, dan berapa energi, air bersih, udara bersih yang mesti dikelola? Oleh karena itu hal pertama yang mesti dilakukan adalah upaya mengurangi energi yang dikeluarkan gedung untuk pemakaian cahaya dan sistem udara segar dan bersih.

Para desainer mereduksi konsumsi energi dengan mengupayakan kombinasi orientasi tapak site dengan bentuk gedungnya, pencahayaan siang hari dan sistem kontrol bangunan. Dengan orientasi ke arah timur, Pearl River Tower mengambil keuntungan dari sinar matahari siang hari yang lebih besar, eksposure ke arah selatan (southern horizontal exposure) diminimalkan. Fasad di bagian selatan menggunakan kaca low-E (low emissivity), tirai dua lapis (double-layer curtain-wall system) untuk mengurangi panas yang berpengaruh pada berkurangnya HVAC systems.

Taktik lainnya, tower ini me-reklaim energinya dengan melakukan rotasi exhaust air tiap lantai kearah sisi selatan yang memiliki double-layer curtain-wall cavity. Hambatan panas dari udara yang panas kering kemudian di re-use untuk mengalami proses dehumidification pasif. Beberapa sistem yang diaplikasikan di gedung ini akan memiliki tugas ganda. Misalnya chilled slab concrete vaulted ceillings yang berbentuk melengkung di lantai perkantoran yang tipikal berguna untuk meningkatkan pencahayaan siang hari sekaligus, mendorong udara dingin dari sistem ventilasi bawah lantai. Strategi absorpsi yang diterapkan memberikan keuntungan, sehingga dalam sebuah proses loop, suhu air didalam mekanikal sistem yang awalnya 100 Fahrenheit, mampu didinginkan hingga 75 Fahrenheit sebelum masuk ke dalam cooling towers.

  

Menurut Rob Bolin, SOM’s associate director of sustainable design, strategi reduksi energi yang akan diterapkan dapat mengurangi penggunaan energi mendekati 65% melampui baseline yang ditetapkan oleh pemerintah Cina (Chinese building codes). Untuk mencapai tujuan akhir, yaitu net-zero-energy, tim desain SOM menerapkan tiga teknologi pembangkit listrik, yaitu:- angin, sinar matahari (integrated photovoltaics) dan mikro turbin (microturbines). Sepertinya cukup membicarakan hal yang teknis disini.  Silahkan menikmati galeri foto, untuk membayangkan wujud  Pearl River Tower kelak.

Bisa dibayangkan betapa sophisticated-nya proyek ini. Dengan kemampuan untuk “menghidupi diri sendiri” dan mengelola setiap limbah dan menjadikannya bermanfaat kembali akan memberikan sumbangan besar pada lingkungan hidup. Meski gedung ini sendiri sedang dibangun, dan belum terbukti kemampuannya, setidaknya proyek ini telah memberikan sebuah perbedaan, yaitu usaha nyata untuk mewujudkan sebuah niat luhur untuk melestarikan Bumi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif. Kita tunggu dan lihat, bagaimana realisasinya tahun depan.

 

#Dari berbagai sumber#

Advertisement

10 Responses »

  1. Trainer hanya geleng-geleng kepala …
    HHmmm … ini proyek gila juga ya …

    Kita lihat nanti kalau sudah jadi seperti apa ya Yo …

    (Yo ? ah kayak saya manggil anak bungsu saya … maap ya bu …)(hehehe)

    Yoga:

    Dengan adanya krisis, saya belum tahu apakah proyek ini masih lancar atau bakal tersendat. Saya belum meng-up date perkembangan terakhir proyek ini. Kita lihat saja nanti.

    ##

    Hehehe sesama Yoga. Nggak pa-pa Pak, saya justru lebih senang dipanggil Yo, lebih akrab. :D

  2. Wah, kaget juga saat mendengar kabar-kabar tentang dunia belakangan ini..

    Ada yang balapan buat bangunan tertinggi..
    Ada yang membuat pulau buatan..
    Ada juga yang membuat bangunan unik dan indah..

    Benar-benar proyek yang menantang impian manusia..

    Tapi, kalau menurut saya sendiri, masih ada hal lain yang harus didahulukan daripada hal ini. Tidak etis rasanya warga suatu negara membangunan bangunan ekstramewah sedangkan di negara lain di bumi ini, masih banyak manusia yang sengsara…
    :D Nice Post :D


    Yoga:

    Auzi, dalam tulisan ini tidak membicarakan kemewahan suatu gedung dalam arti interior, “kemewahan” disini adalah upaya untuk go green!, yaitu mengupayakan penggunaan energi maksimal dan mengurangi penggunaan energi yang tak perlu. Saya pribadi lebih suka berpikiran jauh, berharap keberhasilan gedung ini, akan memberikan contoh positif untuk pembangunan gedung yang lain> Pada ujungnya, keberhasilannya akan mengurangi beban Bumi sendiri.

    Di lain pihak, mengenai concern-mu tentang masih banyak manusia yang sengsara, maka pembangunan gedung dengan net-zero-energy building concept, justru akan menyelamatkan manusia dari bencana kesengsaraan yang lebih dashyat di masa yang akan datang. Harus dilakukan sesuatu Zi, meski sekarang tampaknya hal ini suatu pemborosan, tapi renungkan tentang terobosan dan perbedaan yang dicontohkan oleh proyek ini.

  3. Wow Yoga…. aku pengen lihat juga kalau jadi.
    selama ini Jepang selalu umbar bahwa dirinya hemat energy. Dengan memakai sistem pendingin/penghangat yang didaurulang. Kalau memang berhasil, selayaknya dijadikan contoh untuk pembangunan gedung baru lainnya.
    EM

    Yoga:

    Jepang layak sesumbar mbak Imel, karena memang sudah terbukti, meski (ah betapa tak enaknya menggunakan kata meski, untuk sebuah kalimat yang telah positif awalnya) Jepang tidak secara langsung telah memberi andil pada global warming. Jepang termasuk negara yang aktif meng-impor material kayu dari hutan-hutan tropis, termasuk Indonesia.

  4. wow… edun…
    proyek raksasa dari impian ke kenyataan. the dream will come true.. kalo berhasil… sepertinya layak ditiru oleh banyak negara maju. bagaimana dengan negara kita? bakalan niru nggak ya???
    up date lagi infony ya bu…


    Yoga:

    Untuk meniru serupa “Pearl”, mungkin tak akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Tapi untuk membangun green building, lain soal. Dalam beberapa tahun ke depan, jika negara kita telah siap dengan sertifikasi green building, akan banyak green building yang tumbuh.

    Selama ini yang jadi penghalang adalah masalah finansial dan sistem sertifikasi ala Indonesia, Pak Eko.

  5. Kereeennn banget. Techno abis..
    dan satu lagi fungsional efektif…
    Emang tugas kita sekarang untuk masa depan adalah saving energi…

    Yoga:

    Benar Nung, terutama sebisa mungkin kita tak mengkonsumsi energi dari sumber yang tak tergantikan. Air, angin, sinar matahari harus lebih dioptimalkan untuk memenuhi energi manusia untuk mengurangi bahkan mengganti bahan bakar fossil.

  6. Wah, tentu akan menarik ya……
    Ntar posting lagi jika udah jadi ya Yoga….

    Yoga:

    Mudah-mudahan gedung ini bisa diselesaikan on time, tentu nanti jika ada kesempatan saya akan up date progressnya Bu :)

  7. Wah hebat…ada manfaat dan dapat melindungi bumi dan lingkungan!

    semoga apa yang mereka katakan,benar-benar ada pembuktiaan!

    Ditunggu lanjutannya,YOGA!

    Yoga:

    Iya. Semoga aplikasinya benar begitu, kita tunggu apakah di Oktober 2009, proyek ini selesai.

  8. Mestinya di Jakarta punya kayak gini nih. Jakarta sudah supek (bukan sumpek. Supek itu saking sumpeknya, hehe) begitu.

    Yoga:

    Supek ya Niel? Mestinya pusat bisnis dan perekonomian jangan di Jakarta. Kalau begitu bagaimana?

  9. Hi mba yoga… apa kabar?
    Mau absen aja deh… “Hadir!” Hehehe…

    Proyek yg bagus… Gw juga bercita2 pengen bikin rumah green kaya yg di Indo Japan Expo kemaren. I love green…!!!!

    Yoga:

    Hai Mang, kabarku alhamdulillah baik. Heheheh… iya deh di absen. Oh ya, yang di expo kemarin menarik juga ya, sayang aku nggak datang ke sana, lihat sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s