Monthly Archives: December 2008

Untuk Kekasih-Kekasih Kecil

Untuk Kekasih-Kekasih Kecil

Dr Nina Simone, yang suaranya menemani saya sepanjang sabtu petang adalah seorang prodigy. Dalam usia 4 tahun, beliau bisa memainkan piano. Satu lagunya, seolah melengkapi Sabtu saya kemarin–yang tiba-tiba, saya seperti terlempar ke ”dunia yang lain”.  Dunia yang penuh dengan anak-anak balita, para bayi yang super lucu. Mempelajari upacara “Tepung Tawar” dan “Upah”, merasakan keindahan budaya kita. Indah dan sempurna!

Lagu ini untuk kekasih-kekasih kecil saya, saya yakin mereka adalah prodigy ditangan yang tepat.

O-o-h child things are gonna get easier
O-o-h child things ll get brighter
O-o-h child things are gonna get easier
O-o-h child things ll get brighter

Someday well get it toghether and well get it undone
Someday when the world is much brighter
Someday well walk in the rays of a beautiful sun
Someday when the world is much lighter Read the rest of this entry

Duka yang Tak Pernah Lindap

Duka yang Tak Pernah Lindap

Masih 26 hari lagi untuk mengenang peristiwa itu utuh, dan menyerap maknanya seperti tahun-tahun yang lalu. Tapi aku tak butuh 26 hari lagi untuk mengenangmu, sahabat dan saudaraku, yang ketika kau pergi, kutemukan nilai persaudaraan yang kau tanamkan, makin kental mengalir didarahku. Makin pekat mengokupasi tiap bulir sel, lebih dalam menyusup dalam kode genetikku, dan mengkristal indah dalam hati.

Mengalir rasa kehilanganku. Menjelma dalam tetes air mata yang bergulir, menuruni pipi dengan cepat, hingga berasa asinnya. Yang menyeret kaki-kakiku bersimpuh, di depan deretan buku-bukuku yang bisu, menyaksikan betapa dashyatnya rasa itu.

Hembusan angin lembah menerpa halus wajahku. Membawa dingin yang menyejukkan, yang kali ini menambah pilu, dan mengiris hati. Teringat di detik yang sama, jelang pesawat yang kutumpangi mendarat, ratusan kaki di atas langit Jakarta, sontak kepalaku menoleh dengan sendirinya, pada bujur dan lintang tempatmu berada, ketika peristiwa itu terjadi. Tanpa ku tahu makna, aku hanya terkelu dan keheranan begitu rupa.

Linggar hatiku oleh duka, serupa ketika kau linggar. Read the rest of this entry