Hanya…

Hanya…

Bolehkah kuucapkan sedikit kalimat untukmu, meski ini bukan kalimatku sendiri tapi tolong dengar bisikku, lewat syair ini*.

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...
ibu...
ibu...

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...
ibu...
ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...
ibu...
ibu...

 Untuk sore ini, besok dan nanti, sampai kapan pun.

 

*Ibu – Iwan Fals.

Advertisement

6 Responses »

  1. Lagu ini dimulai dari kunci A minor!
    Kebanyakan saya cukup sebal dengan lagu-lagu yang bermula dari A minor karena dalam pikiran saya itu selalu berarti lagu dangdut :)

    Tapi khusus lagu IBU ini, sejak mengenalnya di album 1910 (sekitar tahun 1985) aku sangat menyukainya!

    Ibu memang seperti udara, Yog!
    Bersyukurlah kita yang mampu mencintainya…

    Yoga:
    Baru ngeh, kunci A minor di awal kebanyakan dipakai lagu dangdut…

    Iya Don, seorang Ibu seperti udara, dan seorang anak bisanya menghirup udara itu dan melepaskan udara kotor kembali…ke udara…
    Duuh, kok aku jadi sedih ya, teringat kebandelanku pada Ibu. :(

  2. So sweet,..mbak.
    Jadi inget mamaku di kampung.
    (di doanya..namaku disebut)

    Yoga:
    Thanks mbak Puak. Di dalam tiap doanya, nama mbak pasti akan disebut.

  3. Selamat untuknya ya…
    (kalau minum susu jangan seperti di Surabaya!)

    Yoga:
    Selamat untuk memiliki putri sepertiku? Hehehe… ini bukan dalam rangkah milad lho Niel.
    (kalau minum susu jangan kayak Daniel!)

  4. Hm.. cinta kasih dan peran ibu yang memang demikian besar dan tak terbalaskan yaa.. Semoga kita semua bisa membahagiakan ibu.. :)

    Yoga:
    Amiennnn… semoga Mas Nug, semoga.

  5. aku jadi inget mamaku :(
    kangen banget sama beliau…hiks

    Yoga:
    Aku juga Ria, aku sering teringat Ibu, jadi kusalin lirik ini, untuk mengingat beliau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s