Bolehkah kuucapkan sedikit kalimat untukmu, meski ini bukan kalimatku sendiri tapi tolong dengar bisikku, lewat syair ini*.
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintang untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah Seperti udara... kasih yang engkau berikan Tak mampu ku membalas... ibu... ibu... Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku Dengan apa membalas... ibu... ibu.... Seperti udara... kasih yang engkau berikan Tak mampu ku membalas... ibu... ibu...
Untuk sore ini, besok dan nanti, sampai kapan pun.
*Ibu – Iwan Fals.
Advertisement
Lagu ini dimulai dari kunci A minor!
Kebanyakan saya cukup sebal dengan lagu-lagu yang bermula dari A minor karena dalam pikiran saya itu selalu berarti lagu dangdut
Tapi khusus lagu IBU ini, sejak mengenalnya di album 1910 (sekitar tahun 1985) aku sangat menyukainya!
Ibu memang seperti udara, Yog!
Bersyukurlah kita yang mampu mencintainya…
So sweet,..mbak.
Jadi inget mamaku di kampung.
(di doanya..namaku disebut)
Aku baru paham pedalaman ibu setelah jadi ibu, Ga. Dasar gebleg dan egois ya.
Selamat untuknya ya…
(kalau minum susu jangan seperti di Surabaya!)
Hm.. cinta kasih dan peran ibu yang memang demikian besar dan tak terbalaskan yaa.. Semoga kita semua bisa membahagiakan ibu..
aku jadi inget mamaku
kangen banget sama beliau…hiks