528*

528*

528? Iya betul, bukan angka yang lain. Ini adalah jumlah buku yang sudah diterima oleh 1N3B sampai pukul 23 April 2009 pukul 16:43:52. Buku tersebut sebagian besar berupa buku pelajaran untuk siswa sekolah dasar, khususnya untuk kelas 1,2 dan 5. Selebihnya berupa buku untuk pra sekolah, referensi, kamus, buku pelajaran agama, buku motivasi hingga cerita sejarah. Buku yang paling tua berasal dari tahun 1973, jadi umurnya kira-kira 36 tahun. Untungnya masih layak dibaca, dan isinya masih bisa mengikuti jaman, sebab ini adalah buku cerita, yang berjudul “Bebek yang Pandai Menari.” Selengkapnya dapat dilihat di link berikut.

Sabtu, Minggu tanggal 18 dan 19 April 2009, kami melakukan kegiatan penyampulan dan pelabelan buku. Hampir 80% dari buku-buku tersebut adalah buku-buku bekas. Pada saat mengecek kondisi buku-buku pelajaran bekas, kami baru tersadar, bahwa sekarang, buku pelajaran juga berfungsi sebagai buku tugas. Sebetulnya kami sudah kerap mendengar keluhan seperti ini dari “kiri-kanan”, tapi tak urung terkejut juga.

Akhirnya bertambahlah tugas tim 1N3B, yaitu menghapus halaman demi halaman buku pelajaran tersebut, agar bisa dimanfaatkan lagi. Bukan tambahan tugas yang yang kami sesalkan, melainkan kebijakan tentang buku pelajaran yang berfungsi pula sebagai buku tugas. Entah siapa yang paling berkepentingan dengan kebijakan ini, tapi yang jelas kebijakan ini tidak memihak kemaslahatan rakyat jelata dan lingkungan hidup.

Diluar persoalan ekonomi, dimana semua mafhum, harga buku mahal dan tak terjangkau oleh sebagian besar rakyat Indonesia, kebijakan ini menjadi kontradiksi dengan himbauan untuk mengurangi penggunaan kertas, dan gembar-gembor untuk mencintai lingkungan hidup. Sudah lupakah jika satu rim kertas HVS membutuhkan satu batang pohon yang berusia lima tahun? Berapa hektar lagi hutan yang harus digunduli, demi memenuhi kebutuhan kertas yang kian hari bukannya kian berkurang.

Ditengah kontradiksi ini, kabar baiknya, ada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008 yang revolusioner, dan berpihak pada orang tua murid dan lingkungan hidup. Pemerintah menyediakan buku pelajaran gratis yang dapat diunduh di situs ini. Semoga, upaya ini diikuti pula dengan upaya penyediaan prasarana yang memadai, hingga kebijakan ini dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah terpencil bahkan terisolir.

Anak-anak dan orang tua murid di desa Madobak, dan Muara Siberut di Mentawai termasuk yang belum bisa menikmati fasilitas tersebut. Itulah mengapa, kehadiran sebuah Rumah Baca dan buku-bukunya akan menjadi sangat berarti bagi mereka, dan tentu saja bagi kebaikan bangsa kita di masa yang akan datang.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua sahabat 1N3B yang telah mendukung upaya pengumpulan buku ini, dan perlu kami sampaikan, pada tanggal 25 April 2009, pengumpulan buku untuk anak-anak Mentawai akan ditutup. Untuk itu, bagi yang berniat menyumbangkan buku, silahkan bergegas. Mari…

 

 

*Tulisan ini dipublikasikan pula di situs resmi 1N3B.

Advertisement

13 Responses »

  1. Cool, Yog!
    Pernah berpikir bikin perpustakaan… Mbaca postinganmu jd makin pengen :)

    Yoga:
    Teman-teman 1N3B-lah yang cool! Nah, ayo Don, buatlah disekitar Yogya atau Klaten, masih banyak yang belum diatasi di sana. Aku tahu satu perpustakaan binaan (rumah baca) di dekat Yogya, yang dikelola oleh penulis Centhini, Kekasih Tersembunyi:- Elisabeth D. Inandiak. Hebatnya beliau bukan saja mendirikan rumah baca tersebut, bersama seorang volunteer, Asep kalau nggak salah ingat, beliau merehabilitasi sebuah desa yang terkena musibah gempa bumi waktu itu, hingga bisa mandiri seperti sekarang. Kami bertemu kira-kira empat minggu yang lalu, dan aku sangat terkesan dengan kepeduliannya.

  2. Wah, semangat ya kk….
    Mw nanya, kalau di Bogor bisa ikutan nyumbang ga?
    Ada tempat buat ngumpulin bukunya kah?
    Maklum males ke luar kota, masih dalam rangka ujian

    Yoga:
    Bisa banget Zi, kontak: Eca – 081316001846 – BTN Tanah Baru H7/2, Bogor 16710

  3. Dulu, suami sering mengajak si sulung jalan-jalan ke pasar Senen untuk mencari buku bekas. Setelah besar si sulung suka keluyuran sendiri kesana…memang mengasyikkan jika berurusan dengan perbukuan.

  4. semangat jeng yoga…jangan menyerah, tahun lalu aku dan adik-adik disini ngumpulin buku bekas layak baca dalam rangka STAND UP campaign, terkumpul 5000 buah…jadi kamu pasti bisa….bodo amat dengan peraturan menteri…..tancap gas aja….

  5. alow mbak… wahhh jadi inget dulu jaman sekolah :D begitu lulusan pasti dech aku jadi panitia pengumpulan buku – buku bekas yang mau di sumbangkan.

  6. Semoga setiap hari makin tampak progresnya ya…
    Never give up!

    Yoga:Alhamdulillah per hari ini udah lebih dari 1000 buku. :)
    Thanks Niel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s