Monthly Archives: May 2009

Waktunya Beraksi!

Waktunya Beraksi!

Sahabat 1N3B yang tercinta, saat ini 17 volunteer 1N3B tengah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan panjang yang akan bermula dari subuh nanti hingga tanggal 25 Mei 2009, menuju Siberut hingga kembali lagi ke Jakarta. Ke-17 volunteer tersebut adalah: Uju Ayie aka Fahri Zulverdie, Undix aka Sri Setyoko, Tyty Candra, Titi Oengoe, Taufan, Piter, Ovie, Erin, Arin, Mutia, Hendi, Risna, Arry, CT aka Charlie Tendean, Fedi, Anto dan Hendra. Dengan menyesal saya tak bisa mengikuti perjalanan ini dikarenakan keharusan untuk “terbang” ke kota lain yang amat jauh dari Mentawai.  Sedih memang, hingga awalnya saya perlu mengulangi kalimat milik Langit Merah, tokoh yang ditulis Bubin Lantang, yaitu bahwasanya hidup bukan tentang apa yang kau inginkan dan apa yang tidak kau inginkan, semata-mata untuk menentramkan hati saya. Maka disinilah saya sekarang, hendak menyambut awal perjalanan teman-teman saya, teman-teman anda juga para sahabat 1N3B, menuju Siberut di Mentawai sana.  Dan kira-kira apa yang akan dilakukan tim volunteer ini di sana? Inilah jadwal kegiatan tim 1N3B yang ke Siberut. Read the rest of this entry

Terpilin-pilin!

Terpilin-pilin!

Waktu melayang begitu cepat, tegas, tanpa kompromi meninggalkan saya yang tergopah-gopoh mengejar ketinggalan. Rasanya baru kemarin tahun baru, baru kemarin saya mempresentasikan “what to do” untuk tahun ini, tahu-tahu kwarter pertama lewat, bahkan kwarter kedua pun nyaris pergi juga. Rasanya tak ada ruang yang tersisa untuk menghela nafas panjang dan membiarkan badan ini diam sebentar saja. Rasanya tak elok, duduk diam dan melamun, ketika ada kesempatan duduk diam, saya akan memilih untuk mengistirahatkan badan, memeluk guling dan tidur. Rasanya seperti berlari, usai satu kegiatan berganti ke kegiatan yang lain, dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain, membiarkan otak terus bekerja dan menyeret badan ini dari satu tempat ke tempat lain dan selalu bergulat dengan skala-skala prioritas, dan mengorbankan satu dua hal untuk mencapai tujuan-tujuan. Hingga mendadak pagi ini saya bangun, dan menemukan hari ini sejatinya tidak ada jadwal yang fixed. Semuanya baru rencana dan tentative. Hura!

Langsung membayangkan untuk nge-blog, menulis, blog walking, membaca buku-buku yang tertunda, makan siang dan berleha-leha. Atau rasanya nyaman betul, kalau menambah jam tidur, atau mungkin sore-sore nanti berenang, atau sebentar lagi melatih beberapa gerakan Yoga, yang belakangan ini nyaris tak pernah lagi saya lakukan karena berbagai alasan, yang intinya sebetulnya adalah malas karena tak punya waktu, eh atau tak punya waktu karena malas?

Baru sebentar berbaring-baring, sambil menikmati udara pagi yang sejuk. Mendadak saya ingat, dengan beberapa presentasi yang mesti saya siapkan,  karena minggu depan, saya punya dua sessi membagi ilmu di kantor,  sementara itu ada sebuah proses kerja baru yang mesti saya otak-atik, dan harus ada progressnya minggu depan, dan ada beberapa pekerjaan yang mesti digarap. Saya lupa pulak, membawa pulang buku referensi materi presentasi saya. Arrrggh… mendadak saya merasa mesti bergegas.

Mau tak mau beranjak dari kamar tidur, mulai berpikir memastikan agenda hari ini, membuat tujuan-tujuan kecil, berpikir tentang pembagian tenaga untuk urusan domestik yang nggak bisa diremehkan macam, bebenah rumah, memastikan pakaian kotor kembali bersih, dan sebagainya hingga urusan “luar negeri”, memastikan jam berapa nanti saya harus mulai mengerjakan presentasi untuk minggu depan, mencoret agenda yang nggak perlu, dan memastikan janji dengan teman. Ketika masih dipusingkan dengan rencana hari ini, malah timbul keinginan kuat untuk menulis di AOE, yang sudah saya telantarkan cukup lama, tanpa tahu harus menulis apa, benar-benar tuna ide.

Aplikasi Words terbuka begitu saja, blank, dan saya kembali ke tempat tidur, leyeh-leyeh, berusaha mencari ide.  Rasanya sulit sekali, mengalihkan pikiran di kepala yang dipenuhi dengan hal-hal teknikal, urusan kantor dan “kegiatan ekstrakurikuler” ke mode yang kerap saya pakai ketika berlatih menulis di blog seperti dulu. Pemikiran tentang hal-hal yang saya sebutkan terasa seperti terpilin-pilin di kepala, kejar-mengejar.  Saya teringat,  setiap dini hari, saat mulai rebah beristirahat, di saat sekeliling saya begitu sunyi, mendadak pikiran yang terpilin-pilin itu menjadi sangat bising. Begitu bisingnya hingga saya mesti bilang, “Cukup!”  pada diri sendiri.  Kemana ide-ide untuk berkompletasi yang dulu kerap muncul? Mata mulai “berat”, hingga saya putuskan menulis entry ini saja dengan ditemani lagu-lagu rock and roll. Benar-benar tulisan remeh temeh, serpihan tak penting dari kebingungan saya pagi ini. Di luar matahari beranjak, udara masih sejuk, angin menerpa wajah saya, sepoi-sepoi dan membuat kantuk makin meraja. Oahemm…  Zzzz…..