Waktu melayang begitu cepat, tegas, tanpa kompromi meninggalkan saya yang tergopah-gopoh mengejar ketinggalan. Rasanya baru kemarin tahun baru, baru kemarin saya mempresentasikan “what to do” untuk tahun ini, tahu-tahu kwarter pertama lewat, bahkan kwarter kedua pun nyaris pergi juga. Rasanya tak ada ruang yang tersisa untuk menghela nafas panjang dan membiarkan badan ini diam sebentar saja. Rasanya tak elok, duduk diam dan melamun, ketika ada kesempatan duduk diam, saya akan memilih untuk mengistirahatkan badan, memeluk guling dan tidur. Rasanya seperti berlari, usai satu kegiatan berganti ke kegiatan yang lain, dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain, membiarkan otak terus bekerja dan menyeret badan ini dari satu tempat ke tempat lain dan selalu bergulat dengan skala-skala prioritas, dan mengorbankan satu dua hal untuk mencapai tujuan-tujuan. Hingga mendadak pagi ini saya bangun, dan menemukan hari ini sejatinya tidak ada jadwal yang fixed. Semuanya baru rencana dan tentative. Hura!
Langsung membayangkan untuk nge-blog, menulis, blog walking, membaca buku-buku yang tertunda, makan siang dan berleha-leha. Atau rasanya nyaman betul, kalau menambah jam tidur, atau mungkin sore-sore nanti berenang, atau sebentar lagi melatih beberapa gerakan Yoga, yang belakangan ini nyaris tak pernah lagi saya lakukan karena berbagai alasan, yang intinya sebetulnya adalah malas karena tak punya waktu, eh atau tak punya waktu karena malas?
Baru sebentar berbaring-baring, sambil menikmati udara pagi yang sejuk. Mendadak saya ingat, dengan beberapa presentasi yang mesti saya siapkan, karena minggu depan, saya punya dua sessi membagi ilmu di kantor, sementara itu ada sebuah proses kerja baru yang mesti saya otak-atik, dan harus ada progressnya minggu depan, dan ada beberapa pekerjaan yang mesti digarap. Saya lupa pulak, membawa pulang buku referensi materi presentasi saya. Arrrggh… mendadak saya merasa mesti bergegas.
Mau tak mau beranjak dari kamar tidur, mulai berpikir memastikan agenda hari ini, membuat tujuan-tujuan kecil, berpikir tentang pembagian tenaga untuk urusan domestik yang nggak bisa diremehkan macam, bebenah rumah, memastikan pakaian kotor kembali bersih, dan sebagainya hingga urusan “luar negeri”, memastikan jam berapa nanti saya harus mulai mengerjakan presentasi untuk minggu depan, mencoret agenda yang nggak perlu, dan memastikan janji dengan teman. Ketika masih dipusingkan dengan rencana hari ini, malah timbul keinginan kuat untuk menulis di AOE, yang sudah saya telantarkan cukup lama, tanpa tahu harus menulis apa, benar-benar tuna ide.
Aplikasi Words terbuka begitu saja, blank, dan saya kembali ke tempat tidur, leyeh-leyeh, berusaha mencari ide. Rasanya sulit sekali, mengalihkan pikiran di kepala yang dipenuhi dengan hal-hal teknikal, urusan kantor dan “kegiatan ekstrakurikuler” ke mode yang kerap saya pakai ketika berlatih menulis di blog seperti dulu. Pemikiran tentang hal-hal yang saya sebutkan terasa seperti terpilin-pilin di kepala, kejar-mengejar. Saya teringat, setiap dini hari, saat mulai rebah beristirahat, di saat sekeliling saya begitu sunyi, mendadak pikiran yang terpilin-pilin itu menjadi sangat bising. Begitu bisingnya hingga saya mesti bilang, “Cukup!” pada diri sendiri. Kemana ide-ide untuk berkompletasi yang dulu kerap muncul? Mata mulai “berat”, hingga saya putuskan menulis entry ini saja dengan ditemani lagu-lagu rock and roll. Benar-benar tulisan remeh temeh, serpihan tak penting dari kebingungan saya pagi ini. Di luar matahari beranjak, udara masih sejuk, angin menerpa wajah saya, sepoi-sepoi dan membuat kantuk makin meraja. Oahemm… Zzzz…..
hei kesibukan harian kayak gini kan juga bisa ditulis Yug hehehe.
okaradani ki wo tsuketekudasai!
EM
sibuk amat ya mbak…ingat tuhhh kesehatannnn
Tenang, kalem!
Pakaian yang terlalu sesak ngga bisa dimaksimalkan lagi kecuali menguruskan badan.
Jadwal yg terlalu sesak gak mungkin buat kita memanjangkan waktu,
Kerjakan dikit dikit nanti longgar juga
Kadang ngeblog juga bikin pikiran teralihkan sejenak, dan nanti bisa bekerja lagi…apalagi jika isi postingannya ringan, dan tak perlu draft.
Rasanya tulisanmu justru enak dinikmati (atau aku yang payah ya???), jika berisi tulisan ringan seperti ini…..hehehe..
Lha katanya Sabtu ini ada kopdar dengan kang EN dan Minggu ada acara dengan A.
Sayang saya ga bisa ikutan, karena mesti ke Bandung…lain kali ya Yoga….hehehe
Hai Yog….
dari semua yang ingin Yoga lakukan saat sibuk sudah mulai mereda, kayaknya yoga adalah yang harus dilakukan pertamakali. Biar sehat…..
Met bersibuk-sibuk….
Itu menandakan kau masih lagi manusia, hidup, dan mengisinya.
Teruslah pilin hingga terperas saripatinya…
kayaknya, kalimat2 terakhir itu yang perlu dinikmati, Yog.
oooaahhmmm… tidur, menghilang dari kebisingan.
aku biasanya kalo ngga bisa ngapa-ngapain ya udah diem aja, aku pake tidur atau nonton dvd dech
bangun tidur aja dah menghasilkan tulisan. Semakin pikiran diajak untuk menulis, semakin mengalir ide-ide baru.
“Rasanya baru kemarin tahun baru, baru kemarin saya mempresentasikan “what to do” untuk tahun ini, tahu-tahu kwarter pertama lewat, bahkan kwarter kedua pun nyaris pergi juga.”
Setuju banget mbaaaakkk…!
Klo aku sih rasanya tahun ini belum ngasilin apa2.. -.- Tidaaaakkk…
-ikutan panik, tapi lelah-
sama2 sibuk kayaknya kita
jaga kesehatan ya mbak……….
ooow… udah masuk bulan ke-5 ya?! waks! banyak project yang masih tertinggal, program yang belum tersentuh buat di-test, janji pada yang di Atas buat lebih mendekat…hiks…
ah mbak yoga bisa aja,
tulisan remeh temeh aja tersusun apik begini kok.
btw, kalo mau lihat tulisan remeh temeh yang ASLI , lihat blog saya.
Asli remeh temeh, bener deh. Suerr … saya nggak bo’ong.
Sukses ya mbak, semoga sehat selalu
lha ini malah jadi tulisan yang penting begini…:)
Hello Yoga, gimana sudah berkurang kesibukkannya ?. Yuk, nulis lagi…ma’af agak lama juga saya nggak berkunjung disini alasan klise juga, hahaha ….
See you Yoga
Best regard,
Bintang
Menuliskan dan membaca rangkaian kata itu saja juga udah cukup untuk saat2 tertentu (seperti lagi gak ada ide) Yoga..