Basbang

Basbang

Ini postingan yang nggak penting-penting amat, Cuma sekadar melemaskan jari-jari yang sudah lama nggak dipakai ngeblog, lantas dipakai apa? Hayah, nggak penting dijelaskan kali ya, intinya nggak dipakai untuk nge blog tapi dipakai untuk urusan lain termasuk kalau kepepet dipakai untuk ngupil heheheh Mbak Tanti kalau baca pasti manyun deh. :D

Ternyata saya kuat hiatus sebulan tanpa blog, meski nggak benar-benar hiatus, karena sesekali masih nulis komentar meski irit banget di satu dua blog yang bisa diisengin (termasuk blog-nya si Kakak yang satu ini), beberapa kali masih bisa iseng-iseng nulis apa yang ada di pikiran saya di Facebook, meski beberapa minggu ini saya betul-betul  terserang kebosanan total. Saking bosannya, mau tulis apa juga nggak tahu, padahal urusan nulis mestinya ya tinggal ketik-ketik terus beres kan, nggak usah repot-repot mesti pakai referensi kalau lagi malas. Tapi ya itu tadi saya betul-betul nggak nafsu, bahasa Jawanya, loose the appetite. Bukan, bukan lagi kena sindrom writer’s block ya, soalnya jadi writer aja belum, kok bisa-bisanya meng-klaim udah kena writer’s block segala. :D

Yang namanya malas dan hiatus, kemudian jadi bersahabat akrab. Lantas sebulanan saya habiskan waktu saya untuk membaca, eh nggak juga lho ternyata. Saya lebih sering jalan-jalan, menghabiskan waktu dengan teman di dunia nyata. Energi dan waktu saya terkuras untuk anjang sana dan anjang sini. Walhasil kemudian saya mulai merasakan butuh dukungan tenaga super dari Superman, atau kalau Superman sedang dinas, boleh deh sama oom Batman, kalau misalnya mau menyumbangkan energi supernya juga. D’oh jadi nglantur ya, mungkin ini pengaruh obat-obatan yang belakangan harus saya asup, karena dalam kenyataannya tidak ada Superman dan Batman yang bisa membagi energi super mereka, yang ada hanyalah saya yang lagi tepar kehabisan energi dan ditugaskan dokter untuk tidur, bangun, makan dan tidur lagi. Istilah kerennya fatigue, istilah saya,  kedodoran.

Terus sebulan hiatus hasilnya apa? Hiks, nggak ada, selain merasa terjebak di dunia yang penuh dengan berita-berita yang bikin neg, sembari ingatan ini melintasi waktu ke masa Pak Harto masih berkuasa yang rasa-rasanya jaman itu kok kurang berita amat ya, dibanding masa kini, apa karena ada departemen penerangan yang sudah “menerangkan” segala hal hingga nggak perlu diwartakan lagi, atau memang dulu dunia lebih sederhana, entah. Duh senangnya jadi wartawan masa kini yang mudah dapat berita, mau yang bombastis sampai yang gak seru dan basbang, semuanya ada, kayak nano-nano. Rame! Dan dari kejauhan saya bisa berkosentrasi “menikmati” kasus yang cocok, daripada mengikuti semua berita tapi rasanya hambar. Nah apa pula maksudnya ini?  Ya sudahlah, cukup deh olahraga jari untuk hari ini. Sampai bertemu lagi.  :)

*Basbang itu maksudnya “Basi Banget”.

Advertisement

5 Responses »

  1. Hayo! Kamu pasti lagi ngikuti beritanya Manohara Pinot sambil deg2an nunggu sinetronnya keluar. Ngaku!!!

    Yoga:
    Ahahahahaha… lol jadi Ms. Deassy Ratnasari ah…
    No comment!

  2. sepertinya hiyatus itu menyenangkan … saya mulai kangen nih …masa-masa lalu , kerja makan tidur nonton tv jalan-jalan kerja lagi baca-baca ke bioskop …

    Yoga:
    Menyenangkan atau tidak, letaknya ada di dalam hati dan diamini oleh seluruh anggota badan. Kalaupun singgah, biasanya karena diupayakan.

  3. Aku sampai capek bolak-balik kesini, masih tak ada yang baru.
    Dan minggu kemarin sebenarnya pengin ngajak Yoga ke komunitas Salihara, tenyata harus ke Lembang…padahal asyik lho Yoga….

    Yoga:
    *garuk-garuk kepala*
    Maapgh Bu, habis saya benar-benar tidak berdaya *lebaydotcom*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s