Wuih, udah lama nggak nulis, kangen juga. Jadi, this is it, waktunya untuk memulai kembali. Menulis lagi, pelan-pelan nggak ngoyo, asal rutin dan “sehat”. Untuk itu aku mesti berterimakasih pada beberapa teman yang sudah menghasut aku untuk menulis lagi di blog. Donny Verdian , Jumria Rahman dan Lia Christie salah tiganya. Thanks guys, juga untuk yang namanya tidak kusebutkan di sini, kalau kalian merasa sudah pernah mengingatkanku, percayalah aku senang sekali dan berterimakasih untuk itu.
Sebetulnya, aku tidak berhenti menulis begitu saja. Ada beberapa tulisan yang kubuat tapi aku nggak sreg untuk menerbitkannya, meski di blog pribadi sekali pun, meski di notes FB– situs yang paling kuakrabi saat ini. Mungkin kalau menulis status yang seenaknya sendiri itu termasuk microblogging, maka itulah yang kulakukan saat ini. Silahturahmiku di dunia maya, kuperpanjang dengan meng-up date status, lebih cepat dan mudah dibanding membuat sebuah tulisan. Selain itu, respon yang timbul lebih cepat, padahal banyak komentar dan status yang nggak essential sih. Karena kemudahan ini, aku jadi merasa makin dekat dengan kawan-kawan di FB list dan merasa seolah terjadi interaksi dan komunikasi langsung, seperti halnya fasilitas sms. Read the rest of this entry