Surabaya diyakini berdiri secara resmi sejak 1293, saat Raden Wijaya (Raja pertama Majapahit) menang melawan tentara dari Cina. Walau demikian, dari rekam sejarah diyakini Surabaya atau disebut Churabhaya (prasasti Trowulan I, 1358 dan Negara Kertagama,1365) telah ada sejak 1275 dan didirikan oleh Raja Kertanegara sebagai tempat bermukim pasukannya. Ini adalah hipotesa dari Von Faber.
Ada pula yang menyebutkan dahulu Surabaya bernama Ujung Galuh, dipimpin oleh Adipati Jayengrono yang ditugaskan oleh Raden Wijaya. Muncul nama Surabaya, karena Adipati Jayengrono yang menguasai ilmu buaya diduga akan melakukan makar, hingga diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura untuk menaklukkannya. Adu kekuatan dilakukan dipinggir sungai Kalimas dekat Peneleh. Perkelahian adu kesaktian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga.
Banyak cerita dibalik simbol kota Surabaya yang berupa ikan Sura dan Buaya. Salah satu yang terkenal tentang pertarungan ikan Sura dan Buaya diceritakan oleh LCR. Breeman seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918. Pada akhirnya, pemerintah berusaha menetapkan milestone yang diakui sebagai hari resmi kelahiran Surabaya, yaitu 31 Mei 1293.
Demikian sekilat cerita tentang Surabaya.
This slideshow requires JavaScript.