Penghiburan

Penghiburan

Rasa tentang keindahan bukan hanya monopoli mereka yang tak terasing dari peradaban. Naluri itu tumbuh dengan tumbuhnya akal, berkembangnya pemikiran dan yang terpenting naluri untuk mencari penghiburan. Katakan pendapat ini salah, namun jika menemukan keindahan tenun-tenunan di sebuah pelosok yang terpencil, di Sumba, tempat dimana sulit membayangkan, orang leluasa memikirkan keindahan di saat pergulatan panjang dengan alam yang tak ramah dan didera kekurangan bertubi-tubi, apakah mesti diperdebatkan?

This slideshow requires JavaScript.

6 Responses »

  1. wah mau komentar tapi liat komentarnya mbak tanti….tidak bisa tdak menyetujuinya.
    Ada seorang sahabat keluarga juga dari Sumba yang memperkenalkan tenunan Sumba pada kami.Indah!

    EM

  2. Jika melihat hasil tenunan itu, terbayang nggak betapa mereka menenun dengan hati….setiap hari…memerlukan waktu minimal 2-3 bulan?
    Keindahan milik semua orang, bahkan sampai dipelosok pun kita melihat keindahan itu.

    Tadinya berharap Yoga berpose pake kain tenun itu….seperti mas Iman Br saat di NTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s