Orang-orang bermimpi namun hanya beberapa yang kemudian terjaga dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Kalimat ini terjemahan bebas dari versi aslinya yang berbahasa Inggris. Jika engkau merasa tertampar, Itu artinya engkau masih bermimpi, masih tidur. Berbicara tentang mimpi, aku menemukan artikel di The New York Times yang memberikan rekomendasi pada pembacanya 45 tujuan untuk pejalan di 2012. Sayangnya sama sekali enggak menyebutkan Indonesia. Padahal Indonesia punya banyak tempat yang cantik. Kalau ingat gencarnya kampanye Komodo dan rekomendasi NYT ini kira-kira apa yang terpikir olehmu? Ah sudahlah. Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak hal-hal yang kurang tepat di negeri ini lagipula rekomendasi NYT bukan berarti harus jadi patokan mutlak biarpun NYT tergolong media yang banyak dibaca orang.
Kalau dulu aku pernah menulis sekilas tentang 1001 Places to Visit Before I Die dan kemudian iseng-iseng aku kaitkan dengan mimpi jalan-jalan di 2012, huh aku jadi rada galau. Bukan, aku enggak bermaksud membatasi mimpi dan membatasi diri namun kenyataannya di 2012 ini kosentrasiku mesti dijauhkan sedikit dari jalanan. Tapiii… mimpi saja bolehlah, sambil bermimpi sambil bersiap-siap menghadapi mimpi yang jadi kenyataan. Jadi kalau ditanya apa daftar want-to-go-ku di tahun 2012, dengan ringan aku akan menyebut…. (aku sudah menyebutnya dalam hati). Kira-kira apa hayo?
Aku menyebutkan dua-tiga kota, namun seperti yang sudah-sudah bisa saja yang jadi kenyataan adalah salah satu tujuan yang aku impikan bertahun-tahun lalu dan bukan list want-to-go-ku tahun itu. Mungkin karena aku hampir tidak pernah merancang perjalanan pribadiku jauh-jauh hari. Kadang impulsive, akan pergi ya pergi saja -Alhamdulillah kalau pas pengen pergi pas rejekinya ada.
Banyak orang yang sangat well-planned dalam merancang perjalanan, sementara aku tak melulu merancang perjalananku dengan baik. Untuk perjalanan pribadi aku lebih banyak membiarkannya mengalir begitu saja, get lost. Aku bukan tipe yang sudah membuat reservasi 3 bulan sebelumnya untuk sebuah dinner disebuah restoran di suatu kota yang bakal aku kunjungi atau aku bukan tipe yang akan reservasi hotel berbulan-bulan sebelumnya, atau aku bahkan bukan tipe yang memburu tiket penerbangan murah untuk tahun depan. Jika ingin pergi, ya pergi saja. Namun berbeda halnya untuk perjalanan bisnis, aku sangat memperhatikan detail-nya, membuat rencana terbaik dan sangat puas jika perjalananku terwujud 100% sama seperti rencana apalagi jika sifatnya dadakan seperti yang sudah-sudah.
Kembali ke mimpi, sekali lagi jangan pernah membatasi mimpi. Sebaliknya make it happen. Jangan pernah menyerahkan mimpi, jika sekarang belum terwujud siapa tahu kelak akan terlaksana. Untuk itu aku masih bermimpi kelak berkunjung ke Machu Picchu, Ladakh dan “menghabiskan” Indonesia. Sponsor mana sponsor?
Y.A.
Weh.. banyak orang pengen ke Machu Picchu… konon di sana oksigen sangat jarang ya tapi begitu sampe tempatnya…wowww..
Aku pengen camping di sana, di sekitar situ deh. *sambil berdoa sekhusyuk-khusyuknya.
kedua tempat itu impianku juga tuh yoga
jalan ke sana yuk.. ditambah lagi taman nasional Wasur di Merauke, penasaran gara2 nonton Anak Seribu Pulau
aku juga bukan tipe well prepared…he..he..
Ahh Yog…makin sulit deh…
Biasanya saya jalan-jalan jika sekalian kerja…payah dehh.
Soalnya susah kalau direncanakan lebih dulu….
Setelah bisa ke Mekah, penginnya nengok si bungsu, kendalanya: uang dan si bungsu sibuknya bukan main.