Category Archives: Aksi

Tentu harapannya, setelah membaca tulisan dengan kategori ini, muncul aksi dari diri anda.

Kita Akan Tembus Satu Sekat Lagi!

Kita Akan Tembus Satu Sekat Lagi!

Satu lagi proyek sosial bersama komunitas 1N3B. Komunitas yang terbuka bagi siapa saja, bergerak di bidang pendidikan dan kegiatan melek buku untuk anak-anak di kawasan terpencil di Indonesia. Moga-moga teman-teman berkenan menyebarluaskan informasi ini ke jejaring yang dimiliki. Terimakasih sebelumnya.

Salam hormat,

Y.A.

Kegiatan 1N3B di Ds. Ngadulanggi Kab. Sumba Timur

pada tanggal 28 Juli – 1 Agustus 2010

Foto: Ayie

BAGI BUKU | BAGI ILMU | UNTUK ANAK NEGERI 2011

Sahabat 1N3B yang tercinta,

Dari hari kehari secara kasat mata terlihat bahwasanya pendidikan di Indonesia makin ke langit bukan makin ke Bumi. Pendidikan masih tersekat-sekat baik oleh sekat geografis, suku, agama, ras dan sosial. Pendidikan menjadi demikian ekslusifnya lebih-lebih di kawasan yang terpencil.

Padahal pendidikan adalah kunci utama bagi mayoritas rakyat Indonesia agar terbebas dari kemiskinan. Padahal kita belum lagi mengkaitkannya dengan persoalan-persoalan lain yang termasuk dalam lingkaran setan persoalan-persoalan global seperti persoalan energi, air, makanan, lingkungan, terorisme dan perang, penyakit, demokrasi dan populasi.

Ini adalah keprihatinan yang dalam dan keprihatinan ini sudah menjadi keprihatinan kolektif.

Berangkat dari hal ini, kami merasa masih harus bergerak untuk membuka sekat-sekat tersebut sedikit demi sedikit sesuai dengan kekuatan kami, tentu dengan keyakinan bahwa gerakan ini akan selalu didukung dengan sepenuh hati oleh Sahabat-Sahabat 1N3B seperti sebelum-sebelumnya.

Pada tahun 2011 ini, kami berencana membuka satu lagi sekat pendidikan di kawasan terpencil. Tim kecil kami sekarang tengah berusaha menentukan daerah sasaran. Gerakan kami masih bersetia pada gerakan pendidikan dan melek buku. Read the rest of this entry

Yang Nyata-Nyata Saja

Yang Nyata-Nyata Saja

Di blog saya yang lain, saya pernah post Tolstoy’s Rules. Tolstoy membuat aturan untuk dirinya sendiri yang menurut saya, beberapa diantaranya cukup bagus untuk dijalankan. Diantara aturan-aturan tersebut, saya paling tertarik dengan aturan yang ini: Always live less expensively than you might. Change nothing in your style of living even if you become ten times richer.

Kurang lebih maksudnya begini, selalu hidup lebih sederhana dari yang anda bisa dan jangan ubah gaya hidupmu walaupun anda sepuluh kali lebih kaya. Nah, ini baru tantangan asyik. Sebab pada dasarnya manusia itu punya sifat serba kurang, tak pernah puas yang bisa jadi pedang makan tuan.

Di satu sisi, bagus jika tujuannya untuk berkarya semaksimal mungkin, di sisi lainnya hal ini merepotkan, sebab menjebak manusia tak pernah puas dengan kenikmatan yang telah digenggam dan menuntut lebih, lebih dan lebih lagi. Paling apes kalau terjebak hidup di dunia lain, seolah-olah telah mencapai gaya hidup tertentu padahal seharusnya belum. Disebut belum sebab gaya hidup itu dicapai dengan menggunakan hutang. Jadi semuanya ilusi yang nyata adalah tagihan tiap bulan. Lagi-lagi kita jadi berbicara tentang persepsi, cara pandang. Read the rest of this entry

Tentang Global Warming Lagi.

Tentang Global Warming Lagi.

Istilah Global Warming pertama kali dipakai pada 8 Agustus 1975. Adalah Wally Broeker dalam jurnal Science menulis, “are we in the brink of a pronounced global warming?” pernyataannya waktu itu merujuk pada iklim yang berubah dan menghangat. Sejak itulah hingga kini seluruh dunia terintimidasi massal dengan istilah global warming, meski selalu saja ada pro kontra mengenai hal ini. Saya termasuk yang percaya tentang teori global warming. Saya percaya perubahan iklim yang kita rasakan saat ini adalah akibat dari gaya hidup dan upaya manusia untuk survive termasuk ketika menggunakan bahan bakar fosil sehingga bersama-sama menghasilkan gas rumah kaca. Saya termasuk yang mempercayai postulat kesimbangan dan butterfly effect — metafor chaos theory sebagai referensi untuk menjelaskan perubahan-perubahan di Bumi termasuk terhadap cuaca.

Ide butterfly effect kira-kira adalah apakah kepakan sayap kecil seekor kupu-kupu dapat menyebabkan perubahan di atmosfer yang barangkali dapat menyebabkan tornado di belahan Bumi lainnya? Kepakan sayap menggambarkan perubahan kecil dikondisi awal yang menginisiasi rantai kejadian suatu event yang lebih besar lagi. Sederhananya, kepakan sayap kupu-kupu mewakili tindakan-tindakan kecil yang kita lakukan sehari-hari yang tanpa kita sadari telah mengawali suatu kejadian berikutnya yang kerap tidak terduga dampaknya. Siapa yang bakalan tahu, biji jeruk yang anda lemparkan begitu saja ke tanah kemudian tumbuh, ketika ranting-rantingnya mulai kokoh dan mulai mengeluarkan bunga jeruk yang wangi semerbak ia menarik perhatian kupu-kupu. Kupu-kupu menyisip madunya dan meninggalkan telur yang menjadi ulat dan akhirnya membentuk siklus kehidupan yang baru. Itu baru membicarakan satu rantai yang menjadi akibat dari tindakan kecil yang tidak kita sadari, belum lagi membicarakan cabang rantai sistem yang lain, misalnya apa yang kemudian terjadi ketika salah satu daun jeruk gugur dan jatuh ke tanah atau apa yang kemudian terjadi begitu akar-akar pohon jeruk mulai mengokupasi tanah di bawahnya. Subhanallah.  Read the rest of this entry

Mengacalah Jakarta

Mengacalah Jakarta

Lari kota Jakarta lupa kaki yang luka

Mengejek langkah kura kura

Ingin sesuatu tak ingat bebanmu

Atau itu ulahmu kota

(Iwan Fals – Berkacalah Jakarta)

Beberapa hari ini, hujan rajin menyapa Jakarta setiap pagi. Jakarta adalah kota yang rentan, menyebutnya sekali barangkali kau akan langsung menyambar kata “macet”, praktis sekurang-kurangnya di kepala atau di hati. Kenyataannya memang demikian. Jakarta yang pada Oktober 2010 dihuni oleh 8 juta jiwa seolah menuju kematiannya. Makin hari kondisi tak nyaman makin parah, jalanan macet di mana-mana. Jika kau menyebutkan macet sebagai alasan keterlambatan, itu sudah tak laku lagi, Bung! Sebab semua orang mengalaminya. Terlambat, terlambat saja. Ruang hijau makin berkurang dan tak tahu bagaimana rencananya. Sementara polusi di darat, air dan udara tak jua dipertemukan dengan solusi dan langkah-langkah yang jelas untuk mengatasi, parahnya lagi untuk urusan ini jakarta juara ketiga di dunia, serius, padahal Jakarta enggak jauh dari Kalimantan, salah satu paru-paru dunia. Belum lagi soal banjir yang rajin bertandang dan seiring dengan perubahan iklim global yang luar biasa, rasanya ia bakal makin rajin hadir.

Barangkali yang sehari-hari tak pernah turun ke jalanan dan tinggal di selatan Jakarta tak terlalu merasakan sesak dan rusaknya kota ini, sebab di sana masih tersisa ruang hijau yang cukup lega yang bisa ditebus dengan harga yang luar biasa, namun dengarlah jutaan warga dan pendatang yang setiap hari memenuhi Jakarta, betapa mereka masih mengeluh tentang kondisi ini, padahal s-i-a-p-a  s-u-r-u-h  d-a-t-a-n-g ke Jakarta? Read the rest of this entry

Bantu Mentawai!

Bantu Mentawai!

Simulasi Tsunami Mentawai 25 Oktober 2010, sumber: USGS.

Dari IBU Foundation saya banyak mendapat gambaran situasi yang dihadapi warga Mentawai (Sipora Selatan, Pagai Utara dan Pagai Selatan) yang terkena musibah gempa dan gelombang tsunami. Dengan kondisi alam yang tak bersahabat, tinggi gelombang berkisar 5m dan cuaca tak menentu yang bisa membahayakan penerbangan, menyebabkan bantuan sampai dengan tersendat-sendat. Akibatnya,  pengungsi harus bertahan dalam kondisi yang sangat darurat, lebih buruk dari kondisi pengungsi di sekitar Merapi yang saat tulisan ini dibuat tengah menghadapi erupsi kembali. Jauh dibawah standar sebuah camp pengungsi. Berikut saya kutipkan sedikit laporan dari IBU Foundation per 31 Oktober 2010.

Air Bersih dan Sanitasi,  sumber air minum didapatkan dari air hujan atau sungai kecil dimana sanitasinya diragukan. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan medis yang serius seperti diare jika tak segera diatasi, yang dapat berujung kematian terutama bagi Balita.

Bantuan makanan, supply makanan nyaris habis. Pengungsi bertahan dengan mengkonsumsi KELAPA! Sebelumnya mereka masih mengkonsumsi beras dan pisang. Bantuan yang dijatuhkan dari pesawat berupa biskuit tidak memadai. Sedangkan bantuan yang dikirim melalui jalan laut banyak yang rusak sehingga tak bisa dikonsumsi. Mereka membutuhkan bahan makanan yang bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu proses memasak, sebab minimnya peralatan masak dan bahan bakar. Selama ini mereka menggunakan kayu bakar karena persediaan minyak tanah dan bensin tidak ada.

Barak pengungsian dibuat seadanya dari material yang bisa diperoleh dari sekitar mereka. Tidak ada tenda terpal. Mereka juga membutuhkan pakaian, selimut dan kelambu. Sebagian pengungsi mulai terserang penyakit dan sebagian diantara mereka menunjukkan gejala psychosocial dan semakin memburuk dengan adanya gempa yang masih kerap terjadi. Sehingga dibutuhkan tenaga medis dan obat-obatan serta tenaga psychosocial yang dapat melakukan trauma healing.

Selain itu kendala lain adalah mahalnya biaya logistik. Biaya menyewa perahu sehari bisa mencapai USD 1,000 sedangkan speedboat USD400 sekali jalan dan sewa helikopter USD 3,000 per jam.

Ada beberapa rekening yang bisa menampung kontribusi teman-teman yang ingin berbuat sesuatu bagi pengungsi Mentawai.

Melalui IBU Foundation, donasi dapat dikirimkan ke:-

Yayasan IBU

132-0-07788778-5

Bank Mandiri, RSHS Branch

Swift Code: BMRIIDJA

Kontak IBU Foundation untuk Mentawai:-

M. Fauzi, +62 813 75568777, mfauzi@ibufoundation.or.id

dr. Endri Budiwan, +62 812 21605523, endri.budiwan@ibufoundation.or.id

Dadan Mulyana, +62 813 97222375, dmulyana@ibufoundation.or.id

Teman-teman yang ingin menjadi relawan, pastikan anda siap menghadapi tantangan alam sebelum tiba dan selama berada di sana. Pastikan anda memiliki kesehatan yang prima, penguasaan skill penyelamatan dan memiliki pengetahuan yang memadai untuk membantu pengungsi serta tekat dan mental yang tangguh.  Atau jika tidak anda bisa memilih menjadi relawan di posko terdekat di kota anda untuk Mentawai.

Bedakan antara tekat dan nekat! ;)

4 Days to Go to TEN TENETS (10:10)

4 Days to Go to TEN TENETS (10:10)

ten tenets (10:10) yang sedang gencar dikampanyekan diseluruh dunia, misalnya oleh  www.1010global.org, www.350.org dan lain-lain,  adalah upaya penggalangan partisipasi masal di seluruh dunia untuk melakukan aksi pengurangan emisi sebesar 10% selama dua belas bulan atau setiap tahun yang dimulai pada 10 Oktober 2010. Hal ini terkait dengan upaya memperbaiki perubahan  cuaca akibat efek pemanasan global.

Pada hari minggu nanti diseluruh dunia akan dilakukan berbagai macam kegiatan sebagai upaya pengurangan emisi karbon,  seperti penanaman 10 pohon satu orang (ONE PEOPLE TEN TREES: 10-10-10), di Jepang atlet summo akan bepergian dengan mengendari sepeda sebagai ganti kendaraan bermotor,  rumah sakit daerah di Zimbabwe akan memasang solar panel, dan sebagainya. Aksi-aksi ini dilakukan diseluruh dunia, peta aksi di sini. Sampai hari ini (kurang empat hari dari hari H), tercatat akan dilaksanakan 6.391 events di 187 negara.

Siapa yang bisa berpartisipasi? Perorangan atau korporat atau organisasi lainnya bebas berpartisipasi, tetapi offsetting atau emissions trading tidak bisa menjadi bagian kegiatan ini karena yang diharapkan adalah pengurangan emisi secara langsung. Setiap orang yang menyatakan ikut berpartisipasi  diharapkan memilih jenis kegiatan yang dapat memberikan dampak jangka panjang dan mewartakan aktifitasnya.

Bagaimana caranya berpartisipasi? Mudah kok,  jika ingin tercatat sebagai partisipan tinggal daftar di web site 10:10, tak tercatat menurut saya juga no problem yang penting jalankan aksi anda.  Lima ide yang paling umum saat ini di dunia adalah menanam pohon, menggunakan listrik tenaga matahari, bekerja di komunitas penggemar tanaman atau di pertanian organik, menggunakan sepeda untuk bepergian dan memanfaatkan listrik tenaga angin.  Beberapa ide kegiatan bisa ditemukan di sini. Untuk perorangan yang paling sederhana adalah dengan mengurangi makan daging atau tidak bepergian di hari minggu besok untuk mengurangi pemakaian bahan bakar. Mudah kan?

Pertanyaannya sekarang, masak iya sih anda nggak ingin jadi bagian 10:10?

Catatan:

Semuanya ini boleh dilakukan di mana pun anda berada yang terpenting adalah selama dua belas bulan kedepan masing-masing partisipan bisa mengurangi 10% emisi yang dihasilkan, dimulai dari 2010. Sesuai dengan semangatnya untuk membantu mensukseskan pengurangan emisi, 10:10 akan memfasilitasi kampanye -kampanye terkait selama tidak digunakan sebagai kendaraan yang hanya memberikan keuntungan bagi perorangan atau pun organisasi tertentu. Selain itu partisipan dilarang menyisipkan isu-isu moral, sosial ataupun agenda politik dalam kampanye 10:10.

Yuk Kita Terapkan 5S Di rumah!

Yuk Kita Terapkan 5S Di rumah!

Kantor saya termasuk yang menerapkan 5S. Binatang apakah itu? bagi yang belajar manajemen mutu tentu sudah tidak asing dengan istilah ini, 5S singkatan dari seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke istilah bahasa Jepang, yang berarti sorting, straightening, systematic cleaning, standardizing, dan sustaining, yang secara sederhana diterjemahkan sebagai tindakan berikut: singkirkan barang yang tidak perlu, simpan barang sesuai tempatnya, lakukan pembersihan secara sistematik dan jadikan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari, praktek ini harus dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan standar — setiap orang harus tahu tanggung jawab masing-masing, pelihara dan review standar sebagai bagian dari kedisiplinan (catatan: pada akhir-akhir ini ada pula yang menambahkan satu S lagi yaitu safety, hal ini masuk akal sebab tempat kerja yang proper karena telah menerapkan 5S dengan baik akan meningkatkan keselamatan di tempat kerja).

Cara-cara ini selain dapat meningkatkan keamanan di tempat kerja juga dipercaya dapat digunakan untuk melakukan penghematan biaya, meningkatkan efisiensi waktu, meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan karyawan sebab tempat kerja menjadi lebih nyaman dan tentunya memberikan citra yang positif pada perusahaan.

Read the rest of this entry

Green Kampong

Green Kampong

Nadya Hutagalung menjawab, “Apa yang dapat dilakukan orang awam untuk menjadi ‘hijau’?”

“Pelajari fakta-fakta tentang pelestarian alam! Gerakkan teman-teman, keluarga, serta masyarakat untuk menjadikannya gaya hidup. Hal-hal kecil seperti memakai kantong daur ulang bisa menghasilkan perubahan besar. Selain itu, kita harus sadar bahwa pilihan-pilihan kita saat ini menentukan nasib generasi masa depan. Karena, melihat kondisi saat ini, kerusakan planet kita bisa tidak tertolong lagi.”

www.greenkampong.com

ONE PEOPLE TEN TREES: 10-10-10

ONE PEOPLE TEN TREES: 10-10-10

Do you want to be part of a worldwide activity? On October 10, 2010, at 10 am, at least ten countries in Asia and Oceania* are going to plant trees to signify our love for nature and commitment to building and nurturing a shared future. Join us! Here are 10 simple steps to be part of 10-10-10:

* This is a project spearheaded by the JENESYS Future Leaders Programme alumni (Japan East Asia Network of Exchange Students and Youths) from the countries of Australia, Brunei, Cambodia, China, India, Indonesia, Japan, Laos, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Thailand, Philippines, Singapore, South Korea and Vietnam to signify cooperation among the region and among friends.

Read the rest of this entry

Ngadulanggi, Woka Ngipaajar

Ngadulanggi, Woka Ngipaajar

Nggara ulam! Hai!

Tanggal 28 Juli 2010, saya dan 19 orang lainnya bergerak dari beberapa kota (Jakarta, Denpasar, Malang, dan Waikabubak) menuju kota Waingapu di Sumba Timur, NTT.  Dari sana kami kemudian bergerak menuju desa Ngadulanggi di kecamatan Nggaha Oriangu via jalan darat yang harus ditempuh kurang lebih selama 4 jam. Konturnya yang berbukit-bukit dan minimnya prasarana jalan membuat dua buah truk yang kami tumpangi harus berjalan hati-hati. Walhasil kami tiba di sana sekitar jam 7 malam. Insiden kecil sempat terjadi, salah satu truk kandas di sungai kecil dekat sekolah, SDN Ngadulanggi yang akan menjadi base camp kami selama dua hari tiga malam kedepan.

Tiba di SDN Ngadulanggi, kami langsung disambut tabuhan gong dan tarian selamat datang. Suasana gelap gulita hanya ada beberapa pelita. Memang listrik belum menjangkau ke sana. Menilik kondisinya yang begitu terisolir di antara ratusan bukit, minim air, tanpa listrik, tanpa ketersediaan fasilitas pengobatan dan sulitnya komunikasi selular betul-betul menjadikan daerah ini adalah lokasi sempurna bagi kegiatan komunitas kami. Meski dari awal kami telah mengetahui terisolirnya daerah ini, tak urung ketika melangkah ke sana, terbersit pertanyaan asal muasal adanya manusia yang hidup di lokasi seperti itu. Konon kisahnya daerah tersebut adalah lokasi orang-orang Sumba mengasingkan diri di masa lampau karena telah berbuat kesalahan. Jadi semuanya terasa masuk akal.

Selama dua hari berturut-turut kemudian, kami melaksanakan kegiatan sosial bertajuk, Bagi Buku Bagi Anak Negeri 2010. Kegiatan utama kami ada empat yaitu mendirikan rumah baca Woka Ngiapaajar  (nama ini berarti kebun atau ladang tempat belajar) yang diisi sekitar 2.000 koleksi buku, mengajarkan permainan sains di alam terbuka dan melakukan penyuluhan kesehatan serta pengobatan masal. Pokok kegiatan kami yang terakhir baru dijalankan sepulangnya kami dari sana, yaitu pembangunan bak penampungan air hujan, untuk meringankan beban penduduk desa Ngadulanggi di saat musim kemarau.

Saya merasakan perjalanan ke Ngadulanggi adalah salah satu perjalanan favorit saya, barangkali itu pula yang dirasakan teman seperjalanan sesama volunteer.  Alamnya begitu indah kalau pun diulang tak akan rugi tapi yang lebih penting dari itu adalah rasa syukur menyaksikan kegembiraan warga Ngadulanggi saat kami di sana. Mereka bahkan tak menyangka jika kegiatan yang kami sampaikan niatnya pertama kali pada 19 Maret 2010 itu akhirnya terlaksana. Saya juga melihat antusiasme yang luar biasa dari warga desa Ngadulanggi dan kerap terkesiap dengan kearifan-kearifan yang tanpa sengaja keluar secara intuitif dari mereka selama proses komunikasi kami. Saya pikir barangkali ini hasil pengejawantahan ajaran leluhur mereka yang dilestarikan  seisi desa. Ketika berinteraksi dengan bapak kepala desa setempat, Umbu Karipiwiruhi, saya terkesan dengan kecerdasan dan sense of humor yang luar biasa untuk ukuran daerah yang begitu terpencil. Melihat segala keterbatasan mereka, saya kira rasa humor yang tinggi mutlak dibutuhkan begitu pula dengan rasa ikhlas dan sabar.

Tanpa bermaksud tinggi hati, bisa dikatakan ini adalah perjalanan yang bergizi tinggi. Bagi saya perjalanan itu dimulai sejak awal tahun, disaat kami baru mulai dan perjalanan itu belum selesai. Masih ada remah-remah pekerjaan yang harus kami selesaikan, masih ada kewajiban yang harus kami tunaikan terutama pertanggungan jawab kami kepada para sahabat yang telah berjibaku mendukung kami. Ada Oscar Motuloh, ada Arbain Rambey, ada Ari Malibu, ada puluhan atau mungkin ratusan orang yang terlibat, dan ada berbagai korporasi maupun institusi yang berpartisipasi, ada kedutaan Amerika dan Serbia yang mengirimkan buku-buku untuk penduduk Ngadulanggi dan ada Tuhan YME yang selama ini tak pernah melepaskan kami berjibaku sendirian.

Dan tentu saja, ada room for improvement yang tersisa, kami, eh saya harus membuat gap itu semakin sempit tentunya. Ah, Ngadulanggi memang woka ngiapaajar. Lundu tapa hambur! Sampai bertemu kembali!

This slideshow requires JavaScript.