For everything there is a season,
And a time for every matter under heaven:
A time to be born, and a time to die;
A time to plant, and a time to pluck up what is planted;
A time to kill, and a time to heal;
A time to break down, and a time to build up;
A time to weep, and a time to laugh;
A time to mourn, and a time to dance;
A time to throw away stones, and a time to gather stones together;
A time to embrace, And a time to refrain from embracing;
A time to seek, and a time to lose;
A time to keep, and a time to throw away;
A time to tear, and a time to sew;
A time to keep silence, and a time to speak;
A time to love, and a time to hate,
A time for war, and a time for peace.
Ecclesiastes 3:1-8
Saya selesai membaca novel Sebelas Menit karya Paulo Coelho kemarin. Ada beberapa kalimat yang saya quote.
- Kita tidak punya apa-apa, semuanya hanya ilusi–baik menyangkut hal-hal yang brsifat materi ataupun spiritual.
- Siapapun yang pernah kehilangan sesuatu yang mereka pikir milik mereka pada akhirnya menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang benar-benar milik mereka.
- Dan kalau aku tidak memiliki apa pun, berarti buat apa membuang-buang waktu untuk mengurusi hal-hal yang bukan milikku, lebih baik aku bersikap seolah-olah baru hari ini aku hidup (atau ini hari terakhir hidup).
- Dalam perjalanan mencari kebahagiaan, kita semua setara — entah si bankir/musisi, si dokte rgigi/pengarang, si gadis kasir/aktris, ataupun si ibu rumah tangga/model.
- Hidup ini selalu membuat kita berdebar-debar dulu sebelum akhirnya memberikan solusi.
- Untuk bisa menguasai jiwanya, orang juga harus bisa mengendalikan raganya.
- Bahwa yang menjaga kehidupan terus bergulir bukanlah perjuangan manusia dalam mencari kenikmatan melainkan usaha mereka untuk melepaskan segala hal yang mereka anggap penting.
- Pencarian kebahagiaan jauh lebih bermakna ketimbang mengeksplorasi dan mengeksploitasi kepedihan.
- Pada kenyataannya banyak hal yang tak mungkin dibagi. Kita juga tak perlu takut pada samudra tempat kita meleburkan kebebasan jiwa kita, rasa takut akan membuat orang jeri berenang.
- Cintailah orang lain, tapi jangan coba-coba saling menguasai.
Di dalam buku itu, Maria, tokoh utamanya yang seorang pelacur dari Brasil (di Copacabana, kafe ekslusif di Geneva, Swiss) merasa selalu merencanakan hari depan namun tak habis-habisnya dikejutkan oleh kekinian — hal yang umumnya dan wajar sekali menimpa siapa pun bukan? Lewat kemandiriannya, penderitaannya, cinta dan kepedihan, dan cinta yang akhirnya dia temukan kembali, dia telah berhasil menemukan jati dirinya. Pada saat itu ia mendapati realita: ia membenci pekerjaannya persetan apakah pelacuran itu suci atau hina padahal awalnya ia dengan gagah berani memilih terjun ke dalam profesi tersebut– meski sejatinya ia juga berusaha meyakinkan diri dengan mengucap, siapa pun bisa melakukan kesalahan di masa mudanya.
Bagaimanapun ia menyadari pekerjaannya menghancurkan jiwanya, membuatnya berjarak dari dirinya sejati, mengajari rasa sakit adalah sebuah imbalan dan bahwa uang bisa membeli segalanya dan dijadikan pembenaran untuk apa saja dan pada akhirnya ia ingin melupakan semua dan membutuhkan cinta. Perjumpaannya dengan pelukis, Ralf Hart membawanya pada satu perubahan besar dalam hidupnya. Percintaan mereka yang indah meski hanya sebelas menit—seperti yang dilakukannya dengan semua klien-nya, namun sebelas menit dengan Ralf mampu mengembalikan kesejatian dirinya, ia mendapatkan penyatuan yang sakral sesuatu yang diam-diam diimpikannya selama ini. Ralf sendiri tak kurang bahagianya, ia membacakan Ecclesiastes di awal tulisan ini pada Maria usai percintaan mereka. Sehingga Maria — yang keesokan harinya berencana kembali ke Brasil untuk selamanya, berpikir ini adalah sebuah cara berpisah yang indah.
Paulo Coelho memberikan pembaca ending yang manis. Saya suka quote lain yang dikutip dari film Casablanca, “Kita selalu punya waktu untuk Paris” yang diucapkan Ralf saat menyusul Maria di Paris. Oh Paris, siapa yang tak ingin berkunjung ke kota yang romantis itu?
Nah, apakah anda sudah pernah membaca buku ini? Belum? Baiklah saya bisa merekomendasikan untuk anda, namun catatan ini sama sekali bukan sebuah resensi.
Tepat sebelas menit saya menulisnya. Hastala vista!
Y.A.








