Dalam beberapa bulan ini enggak sengaja, aku membaca beberapa buku catatan perjalanan. Beberapa diantaranya sudah kutulis catatannya di blog ini, yang lainnya belum sempat. Ini dia list-nya barangkali berguna untukmu:
- Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah – Agustinus Wibowo, mengisahkan suka duka perjalanan penulis ke negara-negara yang namanya berakhiran dengan kata “stan”. Perjalanan ini menguak tentang garis batas yang membedakan nasib manusia di negara-negara yang pernah bersentuhan dengan Sovyet dan mengingatkan garis batas yang selalu kita bawa kemana kita pergi yaitu tubuh kita sendiri. Yang menarik Agustinus melakukan perjalanan ala backpacker dan benar-benar berbaur dengan penduduk setempat, sebagai upayanya untuk mengurai garis batas antara dunia yang dibawanya dan dunia baru yang disentuhnya. Jenis petualangan seperti ini selalu mendebarkan bagiku.
- Ekspedisi Jejak Peradaban NTT – Laporan Jurnalistik Kompas. Buku ini aku temukan di Toko Buku Uranus, Surabaya, tepat sehari sebelum aku memulai perjalanan menyusuri Flores via overland, dimulai dari Maumere diakhiri di Taman Nasional Komodo. Oleh karena laporan jurnalistik maka informasi yang dibagi, ditulis dalam format seperti yang kau jumpai ketika membaca koran. Informatif dan faktual karena didasarkan data-data. Yang disajikan adalah tentang kekayaan budaya, menumbuhkan intelektualitas, keindahan alam, ekonomi kemasyarakatan, sosok manusia dan foto-foto yang menggambarkan keindahan NTT baik NTT yang di Flores, Sumba, Soe, Alor maupun NTT yang berada di daratan Timor. Satu hal yang jadi catatan penting dalam buku ini adalah masalah kemiskinan dan ketertinggalan propinsi NTT.
- Meraba Indonesia Ekspedisi “Gila” Keliling Nusantara – Ahmad Yunus. Penulis buku ini, Ahmad Yunus adalah seorang wartawan, berdua dengan rekannya seorang wartawan senior Farid Gaban mereka menyusuri pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Indonesia dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi. Perjalanan dimulai dari Jakarta pada Juni 2009 dan berakhir di Jakarta pada April 2010. Aku suka cara Ahmad Yunus menuturkan kisah perjalanannya, orang menyebutnya gaya penulisan jurnalisme sastrawi, cerita antara kesenangan dan kegetiran yang mereka alami teranyam elok.
- Wind Rider Menyerempet Bahaya Demi Perdamaian Dunia – Jeffrey Polnaja. Buku ini catatan perjalanan Jeffrey Polnaja seorang pengusaha, penggemar motor besar sebagai orang Indonesia pertama yang keliling dunia dengan motor (besar) seorang diri. Perjalanannya ditempuh dalam waktu 2 tahun 7 bulan. Ia berhasil mengunjungi 72 negara di 3 benua dan kembali ke Indonesia dengan selamat. Meski relatif termasuk perjalanan yang lebih mewah dari apa yang dilakukan oleh Agustinus Wibowo, Ahmad Yunus dan Farid Gaban, namun tantangan yang dihadapinya tak kalah menantang. Bagaimana Jeffrey Polnaja mengatasi setiap hambatan dalam perjalanannya menurutku adalah hal yang paling menarik dari buku ini.
- Kedai 1001 Mimpi – Valiant Budi. Sebenarnya agak memaksa memasukkan buku ini dalam kategori buku catatan perjalanan, namun aku mengapreasiasi sekali apa yang dilakukan oleh Valiant Budi aka Vabyo yang menuliskan kehidupannya ketika menjadi barista di Arab Saudi. Semua itu berawal dari ambisinya menulis buku travel dari negeri 1001 mimpi namun dengan cara menjalani kehidupan di sana membaur dengan segenap aspek kehidupannya. Kesempatan itu datang ketika ia diterima bekerja di salah satu jaringan kedai kopi internasional kemudian segala ambisi itu berubah menjadi upaya untuk segera kembali ke tanah air. Read the rest of this entry


