Begitu pekerjaan yang satu usai, mestinya dilanjutkan dengan pekerjaan berikutnya. Begitulah hidup yang sempurna, merayakan mind, body dan soul dengan terus menerus bekerja, sehingga yang enggan bekerja patut dikasihani. Jika pekerjaan diibaratkan sebagai sebuah bukit, maka kita akan terus menerus mendaki bukit, mencari tantangan untuk naik kelas, Setelah bekerja kemudian menyempatkan diri beristirahat adalah wajar. Saat rehat adalah momen yang tepat untuk meninjau ulang rencana-rencana dan mematangkannya. Termasuk saat untuk memilih bukit mana yang harus didaki berikutnya, atau memutuskan apakah rehat perlu diperpanjang dengan melancong ke “pantai” misalnya atau tetap diam di tempat menikmati pemandangan yang ada untuk membuat rencana yang lebih matang.
Mengutip Nelson Mandela, “Setelah mendaki bukit yang tinggi, saya jadi menyadari ada lebih banyak bukit yang untuk didaki. Saya mengambil waktu untuk beristirahat di sini, untuk mencuri pandang pada pemandangan indah di sekitar saya, untuk melihat kembali jarak yang telah saya tempuh. Namun saya hanya bisa beristirahat sejenak, karena kebebasan menuntut tanggung jawab, dan saya berani untuk terus berjalan, karena perjalanan panjang saya tidak akan pernah berhenti.” Read More