Tag Archives: cinta

Fundamental

Fundamental

Lagi-lagi merenung soal waktu. Di dunia ini, nggak peduli seberapa cepat waktu terbang meninggalkan kita dan betapa modernitas saat ini sudah mengubah banyak hal dari masa lalu, namun selalu ada hal-hal fundamental yang masih ada dan tidak akan berubah bahkan tak peduli apa yang dibawa oleh masa yang akan datang kelak.

Seperti cinta Ibu pada anak, seperti dua kekasih yang saling mencintai, manusia masih tetap akan mencari pasangannya – kalimat I love you akan tetap ada hingga akhir masa dan “birokrasinya” masih sama, diwarnai oleh benci, cinta, rindu, ciuman dan air mata. Peperangan demi harta, tahta, cinta, wanita, pengaruh dan sebagainya, persoalan perut dan kebahagiaan kira-kira begitulah adanya.

Jika disarikan lebih jauh, yang fundamental itu sebenarnya adalah hasrat. Sampai mati pun akan dibawa, anda bisa jadi kehilangan cinta, namun anda masih akan memiliki hasrat selamanya. Sanggupkah anda mengendalikan satu kata ini?

Selamat Senin!

Y.A.

Dipercayai Jauh Lebih Bermakna Daripada Dicintai?

Dipercayai Jauh Lebih Bermakna Daripada Dicintai?

Uang limapuluh ribu saya ditolak. Ibu penjual ketan dan nasi uduk menolaknya begitu juga bapak ojek yang saya pinta jasanya pagi itu. Dua-duanya mengatakan pada saya, besok saja bayarnya, yang penjual ketan dan nasi uduk menambahkan toh tiap hari lewat sini. Agak surprise juga beliau bisa mengatakan itu sebab warungnya terletak dipinggir jalan utama yang tiap pagi macet dan volume kendaraan tak terkira dan siapa yang bisa hafal sesiapa yang kerap lewat di depan warungnya, kalau ia masih bisa mengenali saya itu cukup mengejutkan.

Besok sih besok, memang nyaris tiap hari lewat depan warungnya, namun belum tentu dalam tiga bulan sekali saya berhenti mampir dan berbelanja di warung sederhana milik ibu itu. Kalau bapak ojek sih selagi saya tak keluar kota, hampir tiap hari saya butuhkan jasanya sejak jalanan Jakarta makin macet. Satu kata saja barangkali yang perlu direnungkan, yaitu kepercayaan. Mereka berdua memiliki kepercayaan, saya enggak akan “ngemplang” dan bakal membayar. Memang jumlah nominalnya tak seberapa kalau pakai kacamata kalian, jika pakai kacamata yang lain, rasa-rasanya jumlah itu cukup besar jika melihat omset si Ibu sehari-hari dan kue penumpang yang diperebutkan si Bapak dari pesaingnya. Read the rest of this entry