Archive

Tag Archives: profesi

Bulan Juni lalu dalam penerbangan pendek, Jakarta-Surabaya, seorang wanita berusia kira-kira 40 tahun tergopah-gopoh memasuki pesawat. Hanya beberapa saat sebelum pintu pesawat ditutup. Ia penumpang terakhir, dengan sedikit heboh Ia meletakkan koper seretnya di bagasi kabin, lantas mengambil tempat duduk persis di sebelah kiriku, tentu aku berdiri ketika aku tahu Ia akan duduk di situ. Jaman ini, kursi penumpang di kelas ekonomi sangat rapat. Yang panjang kaki, mesti siap-siap pegal, lebih-lebih kalau terbang cukup lama.

Oh ok, sebenarnya bukan soal sempitnya jarak antar kursi melainkan percakapan yang timbul kemudian. Semalas-malasnya hari itu aku bicara dengan orang asing, tapi demi sopan santun aku jawab juga ketika tiba-tiba Ia bertanya apakah aku suka wayang, demi melihat aku membaca buku Merapi Omahku tulisan Elizabeth D. Inandiak yang penuh ilustrasi Jawa, yang sangat filosofis karya Heri Dono. Well, aku tahu Ia tidak benar-benar tertarik pada bukuku, Ia hanya ingin membangun percakapan. Sebab sepintas melihat profilnya sudah kelihatan orang yang enggak bisa diam.

Setelah menjelaskan isi buku itu dengan singkat, percakapan berkembang. Ia menjelaskan semenjak mengundurkan diri sebagai HR staff dari sebuah bank yang awalnya huruf P belakangnya A, Ia memilih menjadi konsultan sdm yang bekerja paruh waktu. Kliennya adalah personal, tugasnya adalah menumbuhkan pengertian pada diri sang klien tentang profesi yang cocok untuknya.

“Jadi Ibu adalah motivator?” Tanyaku memastikan.

“Bukan, saya inspirator.” Read More

Salah satu penghambat untuk travelling (selain dana) adalah pekerjaan yang tak bisa seenak perut ditinggalkan. Maka bersyukurlah bagi siapa yang memiliki pekerjaan yang memungkinkan untuk bepergian dan tidak monoton tinggal di kantor melulu sehingga mendapatkan business and pleasure sekaligus.

Ada beberapa profesi yang umum di Indonesia yang bisa mengakomodasi mereka yang punya hobi travelling;-

Flight Attendant dan Pilot, enggak hanya bepergian antar kota di dalam negeri, dua profesi ini bisa membawa mereka ke luar negeri. Meski ada beberapa maskapai yang agak “pelit” pada karyawannya sehingga enggak memberi kesempatan pramugari atau pramugara untuk menjelajah kota yang disinggahi, tapi tetap saja stempel di paspor mereka bertambah. Profesi yang nyaris sejenis dengan flight attendant dan pilot adalah nahkoda kapal dan ABK-nya, sopir dan kenek bus antar kota atau sopir truk dan keneknya yang mengirim barang antar kota atau  antar pulau, sopir mobil travel antar kota dan yang paling wah, adalah mereka yang bekerja di kapal pesiar karena sudah pasti melewati rute-rute plesiran.

Guide dan penerjemah atau kadang guide yang memiliki kemampuan berbahasa tertentu sudah pasti melakukan perjalanan dan mendapat bayaran yang relevan dengan pelayanan yang mereka berikan. Kadang diperjalanan saya menemukan guru atau dosen sekolah perhotelan atau pariwisata yang merangkap menjadi sopir, guide dan penerjemah sekaligus tapi bayarannya sih cuma satu. :)

Karyawan NGO,  volunteer, UN dsb, karena proyek-proyek mereka lebih banyak di daerah pelosok atau daerah yang sedang mengalami bencana tak ayal mereka mengirimkan staff atau tenaga volunteer ke lokasi-lokasi tersebut. Mereka bisa tinggal dalam hitungan hari hingga tahunan dengan cuti secara periodik. Kebanyakan daerah pelosok memiliki situasi yang menarik dan alam yang khas jadi kalau yang bisa menikmati bakal merasa seperti berlibur saja. Demikian halnya dengan yang bekerja di pertambangan. Malah rata-rata karyawan di oil and gas company memiliki jadwal dua minggu kerja dan dua minggu libur, yang mana memberi kesempatan luas mereka untuk melihat-lihat daerah lain, beruntung lagi yang cuti dibayar dan bebas menentukan liburan sekali setahun dan dibayari oleh kantor. Hmm….

Beberapa profesi kantoran (swasta maupun PNS) seperti business development, konsultan, auditor, spesialis tertentu (dokter PTT, penyelam, film maker, fotografer, penulis perjalanan) dan sebagainya juga berkesempatan bepergian untuk bisnis dan dibayar atau menerima bayaran atas jasa mereka dan biasanya end up dengan sedikit keluhan tentang nombok untuk beli oleh-oleh.

Selain itu ada juga mereka yang memilih profesi atau bisnis yang memungkinkan mereka bepergian sambil bekerja. Pada umumnya mereka telah memiliki bisnis sendiri yang relatif telah mapan atau bisnis mereka bisa diakses dari mana saja. Biasanya internet memiliki peranan penting. Sebutan kerennya untuk tipe ini adalah Digital Nomad. Menarik.

Selain profesi-profesi tersebut di atas, ada lagi satu  profesi yang memungkinkan jalan-jalan dan mendapat bayaran ruarrr biasa. Mau? Jadilah anggota DPR. :) )

Ok deh, selamat subuh!

Y.A.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 420 other followers