Archive

Tag Archives: sumba timur

Ibu-Ibu Ngadulanggi sedang berjalan bersama-sama.

Ibu-Ibu Ngadulanggi sedang berjalan bersama-sama.

Sebenarnya sudah jamak jika Tana Marapu (Sumba) di Nusa Tenggara Timur mengalami kekeringan, namun tahun ini kekeringan itu berlangsung lebih panjang. Desa Ngadulanggi yang terletak di Sumba Timur adalah salah satu yang merasakan dampak kekeringan ekstra panjang ini. Akibatnya panen terbilang tidak sukses pada akhirnya, meski para petani di Ngadulanggi dengan arif sudah menggunakan bibit padi dan jagung lokal yang terbukti lebih tahan banting. Hujan yang tidak turun sepanjang bulan April 2013 menyebabkan hasil panen hanya tinggal 10% dibanding rata-rata tahun-tahun sebelumnya. Harapan pada jagung pun pupus karena hama tikus dan hama kuning.

Dalam kondisi ini biasanya penduduk Ngadulanggi akan mengandalkan persediaan pangan sisa tahun lalu, jika semakin menipis, mereka akan pergi ke hutan dan mencari umbi Iwi yang di Jawa disebut sebagai gadung. Iwi yang beracun akan diproses sedemikian rupa selama kurang lebih 5-6 hari agar hilang racunnya dan umbi ini menjadi benteng pertahanan pangan terakhir.

Iwi, benteng pangan terakhir warga Ngadulanggi.

Iwi, benteng pangan terakhir warga Ngadulanggi.

Di saat kondisi serba tidak pasti dan makin mendesak, “berteriaklah” mereka kepada kami untuk mencari pertolongan. Suatu hal yang selama ini belum pernah terjadi sejak kami saling berinteraksi pada tahun 2010. Tentunya hal ini serius sekali. Satu catatan kecil, penduduk desa ini pernah menolak keberadaan sebuah NGO asing yang kerap malang melintang di sekitar NTT hanya karena mereka khawatir dieksploitasi dengan kondisi yang serba kekurangan.

Maka kemudian berangkatlah teman kami yang tinggal di Waingapu untuk mencari tahu lebih detil apa yang sedang terjadi di Ngadulanggi. Informasi awal diperoleh, dibuatlah beberapa tindakan. Kami di Jakarta segera bertindak untuk mengumpulkan dana, pertama untuk mengirimkan bantuan sembako terutama kepada Ibu dan anak yang memang menjadi fokus utama kami. Upaya ini kemudian berhasil kami eksekusi pada akhir Agustus 2013. Sebanyak 180 paket untuk keluarga dan 90 anak balita serta bingkisan untuk anak-anak sekolah dasar kami antar ke sana. Selain itu kami kirimkan pula vitamin dan obat-obatan untuk Posyandu. Laporannya bisa dibaca di sini http://goo.gl/kG5mWX

Pengiriman sembako. akhir Agustus 2013.

Pengiriman sembako. akhir Agustus 2013.

Kembali ke persoalan gagal panen, Read More

Rasa tentang keindahan bukan hanya monopoli mereka yang tak terasing dari peradaban. Naluri itu tumbuh dengan tumbuhnya akal, berkembangnya pemikiran dan yang terpenting naluri untuk mencari penghiburan. Katakan pendapat ini salah, namun jika menemukan keindahan tenun-tenunan di sebuah pelosok yang terpencil, di Sumba, tempat dimana sulit membayangkan, orang leluasa memikirkan keindahan di saat pergulatan panjang dengan alam yang tak ramah dan didera kekurangan bertubi-tubi, apakah mesti diperdebatkan?

This slideshow requires JavaScript.

Hai!

Setelah lama tak punya kesempatan untuk up date, hari ini aku kembali untuk kebaikan (halah!). Ceritanya, lagi-lagi aku menemukan diriku “duduk” diantara teman-temanku di komunitas 1N3B, yang belum tahu apa itu 1N3B, kau bisa cek di sini, atau singkatnya 1N3B adalah singkatan dari 1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi, yaitu kumpulan orang-orang seide yang diawali dari teman-teman di milis Pangrango yang bergerak dibidang pendidikan, khususnya untuk membebaskan anak-anak Indonesia di daerah terisolir dari sekat-sekat yang menghalangi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Di posting sebelum ini, aku udah sempat menuliskan sedikit rencana progam kami di tahun 2010, apalagi kalau bukan ingin mendirikan rumah baca, memperkenalkan pendidikan sains di alam terbuka, menanamkan kecintaan pada lingkungan hidup dan berupaya memperkenalkan hidup sehat serta mengurangi sedikit beban kesehatan masyarakat, hmm… istilah lazimnya adalah bikin penyuluhan kesehatan dan balai pengobatan gratis. :))

Rencananya, kami, insyaAllah akan menuju tanah Marapu di tengah-tengah savana, daerah semi ringkai tropika (semi arid) yang kekurangan air, sehingga untuk melaksanakan tradisi kami, yaitu belajar mengetahui prinsip roket air mungkin akan sulit dilaksanakan, dan anak-anak mungkin lebih senang belajar termodinamika, misalnya dengan membuat es krim putar… m e s k i p u n juga agak sulit mengingat bahan dasar es putar mungkin sulit ditemukan di sana. Tetapi menurut Fedi, salah satu penggerak 1N3B, “Bayangkan, betapa bahagianya nak-anak yang tinggal di daerah sepanas itu ketika melihat es krim!” . ¬†Bagi kami, senyum anak-anak itu bak oase di tengah gurun pasir yang bermunculan dihati akibat kehidupan kota yang sedemikian kerasnya (beneran ini :) ). Well, tanpa dua permainan itu, masih banyak alternatif untuk permainan dan belajar sains di alam terbuka untuk anak-anak.

Bulan Juli 2010, insyaAllah pada saat itu, volunteer kami siap bergerak ke sana, berbondong-bondong seperti kafilah siap menempuh perjalanan melalui udara dan laut, sebagian besar akan bergerak dari Jakarta menuju Waingapu, sebelum dilanjutkan menuju desa Ngadulanggi, kecamatan Nggaha Oriangu, di Sumba Timur tempat seluruh kegiatan yang aku sebutkan di atas akan dilaksanakan.

Saat ini, kami membuka pintu lebar-lebar untuk sahabat 1N3B yang berminat menjadi volunteer terutama bagi para dokter. ¬†Syaratnya tidak berat, sehat jasmani dan rohani sudah mutlak, memiliki misi dan visi yang sama itu harus, bersedia bekerja keras, itu sudah. Sementara syarat yang lain adalah bersedia membiayai perjalanan masing-masing. Berminat? Layangkan profil dan sedikit “love letter” pada kami melalui email satun3b(at)gmail.com.

Ehm, kalau kau nggak ingin jadi volunteer tapi ingin jadi donatur saja juga bisa kok, silahkan baca tulisan yang ini ya supaya nggak salah, sayangkan kalau sumbanganmu nyasar nggak tentu rimbanya. Bagaimana kalau belum bisa donasi dalam bentuk fisik dan materi? Mudah, doakan saja kami agar berhasil dan selamat. Terimakasih kawan. :)

Hugs!

-Agoy Yoga-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 428 other followers